Isu ini disampaikan oleh Fahri Hamzah yang statusnya di PKS masih polemik. Fahri yang mengaku dapat informasi dari akar rumput PKS, mengaku sedih mendengar kabar itu.
"Saya denger ada gerakan pengen jadi wakil Pak Jokowi, sedih saya dengernya itu," ujar Fahri di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terbalik, kita semangat mengganti. Mungkin Pak Fahri ditanya dan belum sempat klarifikasi," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam perbincangan, Jumat (16/2).
PKS lagi-lagi mendapat kabar karena beredarnya video penggalan Sohibul Iman soal cawapres Jokowi, yang juga di-retweet Fahri. Video tersebut ternyata adalah potongan dan Sohibul memberikan video versi lengkap.
Penggalan pidato itu merupakan bagian dari Taujih Kemenangan yang disampaikan Sohibul saat Rembug Nasional Legislator PKS se-Indonesia di Yogyakarta pada Kamis (15/2). Sohibul mengatakan sudah banyak yang mengantre untuk jadi cawapres Jokowi.
"Jadi sekarang sudah mengantre siapa-siapa yang akan jadi Cawapresnya Pak Jokowi. Menurut Harian Terbit sudah 17 nama Cawapres yang sudah antre menjadi Cawapres Pak Jokowi. Jadi kalau PKS mau masuk dalam bursa Cawapres Jokowi, maka kita akan masuk di posisi ke-18," kata Sohibul dalam potongan video yang beredar.
"Tapi antum jangan pesimistis, siapa tahu Pak Jokowi melihat kader PKS potensial paling atas," sambungnya.
Belum juga reda kabar terkait video, beredar poster bertuliskan 'PKS Partaiku Jokowi Capresku' yang beredar di media sosial. PKS menepis isu itu.
"Itu bohong dan fitnah pada PKS," kata Mardani, Minggu (18/2).
PKS saat ini masih menjaring 9 bakal capres dari internal parpol dan belum memutuskan siapa jagoannya untuk 2019. Jadi, ke manakah arah dukungan PKS di Pilpres 2019? (dkp/haf)











































