DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 00:29 WIB

Fadli Zon Prediksi Pilpres 2019 Rematch Jokowi vs Prabowo

Danu Damarjati - detikNews
Fadli Zon Prediksi Pilpres 2019 Rematch Jokowi vs Prabowo Foto: Fadli Zon (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Muncul skenario yang ditakar lembaga survei, Joko Widodo dan Prabowo berduet di Pilpres 2019. Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memandang tarung ulang (rematch) adalah jalan yang terbaik, bukan duet.

"Menurut saya akan ada rematch Jokowi vs Prabowo. Dan itu yang terbaik bagi demokrasi kita," kata Fadli Zon kepada detikcom, Minggu (18/2/2018).

Skenario duet itu dimunculkan oleh Poltracking Indonesia lewat survei yang bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019' . Dalam hasil survei itu, pasangan Jokowi-Prabowo bakal memenangi kontestasi, siapapun pasangan calon yang menjadi lawannya di Pilpres 2019.

Fadli Zon justru melihat peluang Prabowo berjaya di 'pertarungan kedua' melawan Jokowi semakin meyakinkan. Menurutnya, publik sudah menginginkan perubahan.

"Kans Prabowo menang semakin terbuka. Rakyat butuh pemimpin baru yang mengerti bagaimana cara menyejahterakan rakyat," ujar Fadli.


Dia justru curiga, akhir-akhir ini sepertinya ada yang berusaha menghalangi Prabowo untuk menjadi capres lagi. Cara menghalangi yang dia maksud adalah dengan mendorong Prabowo menjadi pencipta tokoh baru (king maker). Padahal Prabowo dipandang Fadli bisa sukses kali ini bila maju capres.

"Ada yang berupaya menduetkan atau membuat Pak Prabowo 'king maker' karena mereka takut Prabowo menjadi pesaing utama," tutur Fadli.

Dalam survei Poltracking yang dirilis di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, ada simulasi koalisi poros Jokowi+Prabowo versus koalisi poros SBY.

[Gambas:Video 20detik]


Simulasi model pertama, Jokowi jadi capres dan Prabowo jadi cawapresnya. Mereka melawan capres Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan cawapres Gatot Nurmantyo. Hasilnya Jokowi-Prabowo menang meraup 50,3% dibanding AHY-Gatot yang meraup 11,6% suara responden. Yang tidak tahu dan tidak menjawab ada 38,1%.

Model kedua, Jokowi-Prabowo versus Gatot-AHY. Tetap Jokowi-Prabowo menang dengan raihan 50,6% melawan Gatot-AHY yang meraih 12,6%. Sisanya tak menjawab.

Survei nasional bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019' ini menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 2,83%.

Kembali ke soal awal, apakah duet Jokowi-Prabowo adalah hal yang mustahil atau mungkin terwujud? "Rasanya sulit. Visi-misinya beda. Prabowo ekonomi kerakyatan," katanya.
(dkp/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed