DetikNews
Minggu 18 Februari 2018, 19:59 WIB

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres, Tapi Belum Aman

Danu Damarjati - detikNews
Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres, Tapi Belum Aman Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014.

Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).

"Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya.

Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 2,83%.

Pada skenario pertama, diasumsikan ada tiga koalisi: koalisi pendukung Jokowi, koalisi pendukung Prabowo, dan koalisi SBY pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di sini Poltracking bermain kombinasi. Jokowi, Prabowo, AHY, Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo dijadikan capres. Mereka didampingi cawapres Gatot Nurmantyo, Ahmad Heryawan (Aher), Zulkifli Hasan, Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar, Airlangga, hingga Chairul Tanjung. Hasilnya Jokowi selalu unggul.

Jokowi-Anies mendapat 44,7%, Prabowo-Aher mendapat 26,7%, Gatot-AHY 2,7%. Jokowi-Muhaimin mendapat 44,0%, Prabowo-Anies 27,9, dan Gatot-Zulkifli 2,4%. Seterusnya saat formasinya diubah, Jokowi tetap kokoh di nomor satu disusul Prabowo.

Pada skenario kedua, saat Jokowi dihadap-hadapkan dengan Prabowo dalam koalisi Jokowi+SBY melawan koalisi Prabowo, maka Jokowi tetap menang.

Pertama, Jokowi-AHY meraup 43,0% mengungguli Prabowo-Anies sebesar 30,9%. Kedua, Jokowi-Ridwan Kamil meraup 46,1% mengungguli Prabowo-Aher 29,0%. Ketiga, Jokowi-AHY meraup 50,3% melawan Anies-Gatot yang mendapat 13,7%. Model lain, yakni Jokowi-AHY melawan Gatot-Anies, pasangan Jokowi unggul dengan raupan 50,9% melawan Gatot yang meraih 13,1%.

Pada skenario ketiga, Jokowi dihadap-hadapkan dengan Prabowo dalam koalisi Jokowi melawan koalisi Prabowo+SBY.

Dalam skenario ini, model pasangan Jokowi-JK meraup 47,5% melawan Prabowo-AHY yang dapat 30,5% suara responden. Model pasangan Jokowi-Gatot melawan Prabowo-AHY juga masih menang dengan skor 43,0% melawan 29,4%. Jokowi-Anies juga tetap menang melawan Prabowo-Gatot, skornya 45% melawan 28,7%. Ada empat model pasangan dengan macam-macam kombinasi, intinya Jokowi selalu menang.
(dnu/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed