DetikNews
Minggu 18 Februari 2018, 09:44 WIB

Modal 4 Parpol Baru Hadapi Petarung Lama di Pemilu 2019

Mochamad Zhacky - detikNews
Modal 4 Parpol Baru Hadapi Petarung Lama di Pemilu 2019 Foto: Pengumuman rekapitulasi hasil verifikasi parpol peserta Pemilu oleh KPU. (Haris Fadhil/detikcom).
Jakarta - Empat partai politik baru bakal meramaikan kontestasi Pemilu 2019 mendatang. Keempat parpol dimaksud yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Garuda, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Dari empat parpol tersebut, tiga di antaranya sudah tak asing bagi rakyat Indonesia. Mulai dari PSI. Parpol yang mengklaim dirinya sebagai partai dengan keterwakilan perempuan paling tinggi.

"Kami juga berusaha sangat ingin mewakili perempuan. Seperti tadi disampaikan bahwa keterwakilan perempuan di DPP PSI paling tinggi, mencapai 66,66 persen," kata Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka di Hotel Grand Mercure, Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018) kemarin.

Kemudian Partai Berkarya. Parpol ini mudah dikenal karena dinahkodai oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra mantan Presiden Indonesia ke-2 Soeharto.

Parpol ini memiliki lambang mirip Partai Golkar, pohon beringin yang dikelilingi rantai. Bukan hanya dari segi lambang, partai ini juga diisi oleh mantan kader Golkar.

"Pikiran kita ke sana-tidaknya, waktu pendirian partai ini, teman-teman eks Golkar mungkin terinspirasi dari situ," ujar Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang.

Selanjutnya Partai Garuda, parpol yang berhasil menandingi partai sekelas Partai Bulan Bintang (PBB). Salah satu pimpinan partai ini menyebut sudah memetakan wilayah mana yang diprediksi bakal menjadi lumbung suara.

"Dengan segala kekurangannya. Tapi punya niat yang luhur untuk memperbaiki, membawa perubahan di negeri ini. Ya, yang pasti, kami sudah melakukan pemetaan wilayah mana yang potensial untuk kami garap," papar Sekjen Partai Garuda Abdullah Masyuri.

Terakhir, Partai Perindo. Berdasarkan hasil survei Centre for Strategic and International Stides (CSIS) yang dirilis pada 3 November 2017 lalu, parpol besutan Hary Tanoesoedibjo ini jauh lebih populer dibandingkan dengan PSI.
(zak/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed