Analisis BMKG soal Gempa Lebak 5,1 SR

Analisis BMKG soal Gempa Lebak 5,1 SR

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 16 Feb 2018 15:15 WIB
Analisis BMKG soal Gempa Lebak 5,1 SR
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lebak, Banten. Gempa ini dirasakan hingga Bandung.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di daerah Bayah dan Cikotok dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI), Sukabumi dan Bandung dengan intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyad dalam keterangan tertulis, Jumat (16/2/2018).


Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa itu merupakan gempa bumi tektonik. Gempa itu terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gempa bumi selatan Lebak Banten ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hal ini sesuai dengan hasil mekanisme sumber dengan arah pergerakan mendatar-naik (oblique thrust fault)," jelasnya.

Gempa di Lebak, Banten, itu terjadi pada pukul 12.13 WIB. Gempa itu berkekuatan magnitudo 5,1 dan terjadi di episenter 7,74 Lintang Selatan dan 106,00 Bujur Timur.

Lokasi gempa berada di laut pada jarak 133 km barat daya Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, di kedalaman 24 km. BMKG juga belum menerima laporan dampak gempa tersebut.

"Hingga saat ini, belum ada informasi adanya kerusakan," katanya.

BMKG mencatat, hingga pukul 13.00 WIB, belum terjadi gempa susulan. Riyad mengimbau warga tetap tenang dan tidak termakan berita hoax.

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Lebak diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbaunya. (ams/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads