DetikNews
Jumat 16 Februari 2018, 15:11 WIB

Anies Pakai Pendekatan Natural untuk Perbaiki Jalan Retak Kp Berlan

Tsarina Maharani - detikNews
Anies Pakai Pendekatan Natural untuk Perbaiki Jalan Retak Kp Berlan Foto: Tsarina Maharani/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau perbaikan retakan jalan di Kampung Berlan, Jakarta Timur. Anies mengatakan proses perbaikan akan dilakukan dengan teknik pendekatan natural.

Retakan tanah di Kampung Berlan itu, Selasa (13/2/2018) malam, membuat jalan menjadi terbelah. Anies mengatakan, sejak Rabu (14/2), Pemprov DKI Jakarta bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung.

[Gambas:Video 20detik]


"Saya meninjau proses pembangunan tebing sungai yang kemarin longsor. Kejadiannya Selasa (13/2) malam, sejak Rabu (14/2) tim Pemprov sudah mulai bekerja dan ini adalah kerja sama dari Balai Besar Kali Ciliwung kemudian Sudin SDA lalu Bina Marga, kemudian lingkungan pokoknya semua bekerja di sini untuk pembangunan kembali," ujar Anis di lokasi retakan jalan di Kampung Berlan, Jumat (16/2).

Anies mengatakan saat ini tim sedang memasang beronjong batu sebagai penopang tebing sungai agar tidak longsor. Anies menyebut, setelah fase penyelamatan tebing itu, barulah dilakukan pembangunan jalan.

"Tempat ini memang punya risiko, karena di tepi sungai dan dulunya sebagian itu tidak padat dan ada rongga-rongga di bawahnya," kata Anies.

Untuk penyebab keretakan, Anies mengatakan itu lantaran adanya pergeseran tanah. "Karena pergeseran tanah saja," katanya.

Anis juga mengatakan proses pembangunan jalan tersebut diharapkan selesai dalam waktu satu bulan. Jika jalannya sudah terbangun, harus ada batasan untuk kendaraan yang melintas.

"Kendaraan yang melewati itu bebannya terukur. Jangan beban yang terlalu berat berada di wilayah tebing yang curam seperti ini, sehingga nanti jadi masalah. Anda lihat tadi di rumah sana tadi tidak ada jalannya tapi longsor. Ini memang daerah yang tanahnya tidak padat dan kuat. Tapi tanah yang mudah bergeser. Kita siapkan pengamanan," jelas Anies.

Terkait dengan teknik pemasangan beronjong batu, Anies menjelaskan hal ini memang sengaja dilakukan. Selain untuk memperkokoh tebing sungai, teknik ini aman bagi alam. Anies menyebut teknik ini adalah pendekatan natural.

"Sekarang ini kita siapkan pengamanan dengan batu beronjong. Ini adalah pendekatan natural. Ini beda dengan dipasang beton. Kalau beton, maka biota-biota air tidak ada yang bisa hidup di situ. Kalau dipasang batu beronjong, maka bisa jadi sarang untuk tumbuhnya biota-biota air," katanya.

"Jadi inilah contoh pendekatan natural yang dilakukan di tempat ini. Dari sisi kekuatan lebih kuat. Dari sisi biaya lebih murah. Dari sisi lingkungan hidup, lebih ramah," tambahnya.
(jor/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed