Kembang Api Jakarta dan 8.455 Balita Penderita Gizi Buruk
Kamis, 23 Jun 2005 21:39 WIB
Jakarta - Gempita Ulang Tahun (Ultah) Jakarta Ke 478 berlangsung meriah. Dari Festival Passar Baroe sampai pentas kembang api di Monas. Bayangkan, pesta kembang api saja bisa menghabiskan miliaran rupiah. Tapi, apa Bang Yos lupa? Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat dari 923.029 balita, 8.455 orang dinyatakan menderita kekurangan gizi atau gizi buruk. Apa Bang Yos juga ingat, kalau dana yang dikucurkan untuk membantu balita yang kekurangan gizi itu hanya sebesar Rp 10 ribu per orang."Saya ingin menjadikan kota Jakarta sebagai kota yang sejajar dengan kota-kota lainnya di dunia," ucap Gubernur DKI Jakarta dalam sambutannya di Kantor Balaikota, Jalan medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2005).Malam ini kantor Bang Yos 'berubah'. Halaman gedung berarsitektur jaman Hindia Belanda itu tampak meriah dengan lampu hias dan bunga, taman balaikota pun disulap seperti ball room di hotel. Ada sekitar 50 meja yang disiapkan untuk para tamu dan sebuah panggung besar lengkap serta dua layar di kanan dan kiri panggung.Acara yang dilaksanakan di taman balikota ini dihadiri oleh Wagub DKI Fauzi Bowo serta para undangan yang terdiri dari unsur masyarakat dan para duta besar negara asing.Para tamu yang hadir dalam ultah bertema "Gempita Jakarta" ini mengenakan pakaian tradisonal betawi lengkap dengan peci dan kebaya. Mereka disambutoleh sejumlah abang dan none jakarta yang berbaris rapi di pintu masuk. di sudut lain ada hiburan musik tradisional betawi gambang kromong.Sekitar pukul 20.10 WIB pesta kembang api pertama di Monumen Nasional (Monas dimulai. Selama beberapa menit langit Jakarta diwarnai oleh warna-warni kembang api. Pada pukul 20.35 WIB dilanjutkan pesta kembang api kedua. Berdasarkan pantauan detikcom ribuan warga tampak gembira menyaksikan atraksi kembang api yang jarang ada. mereka bertepuk tangan dan bersorak.Tapi apa Bang Yos ingat? Data Dinkes DKI tahun 2005 dalam laporannya kepada Asisten Kesejahteraan (Kesmas) DKI Jakarta, Rohana Manggala, menyebutkan dari 8.455 balita yang kekurangan gizi itu, tujuh orang dilarikan ke rumah sakit.Seperti diberitakan, Kepala Dinkes Jakarta, Chalik Masulili, dalam laporannya mengatakan, jumlah dana yang diberikan bagi balita itu belum termasuk untuk makanan penuh senilai Rp 25 ribu dan makanan penuh untuk perawatan rumah sakit sebesar Rp 35 ribu per hari.Biaya bagi balita kurang gizi tak lebih dari Rp 70 ribu per orang. Bandingkan dengan dua kali pementasan kembang api di silang Monas yang menghabiskan miliaran rupiah.Ribuan Warga di MonasLapangan Monas pun di penuhi oleh ribuan masyarakat yang khusus datang untuk menyaksikan atraksi kembang api. Mereka membawa seluruh keluarga termasukanak-anak kecil. Seperti piknik, mereka menggelar tikar di taman dan tidur-tiduran diatas tikar. Ada yang menikmati makanan yang dibawa dari rumah. Sebagian lagi terutama anak-anak mempergunakan kesempatan ini untuk bermain layang-layang dan berlari-larian disekitar taman."Saya sengaja bawa keluarga kesini untuk lihat kembang api, katanya mau ada pesta kembang api di monas" kata Soleh warga jakarta yang berasal dari Tanah Abang.Selain atraksi kembang api di lapangan monas terdapat sebuah panggung hiburan musik dangdut. Sejumlah warga tampak asyik berjoget. mereka begitu bersemangat untuk berjoget terlebih ketika penyanyi dangdut yang seksimenggoyangkan pinggulnya diatas panggung.
(ism/)











































