Setengah Hutan Mangrove Indonesia Rusak
Rabu, 22 Jun 2005 20:17 WIB
Bali - Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove (bakau) terbesar, yaitu sebesar 25 persen atau 4,25 juta hektar dari 18,1 juta hektar hutan mangrove di dunia. Sayang, sebesar 50 persennya sudah rusak akibat ulah nakal manusia."Sebagian besar hutan mangrove yang rusak akibat adanya penyerobotan lahan untukindustri, pelabuhan dan penebangan liar untuk bahan arang," kata Kepala Unit Pusat Informasi Mangrove Arief Mahmud di kantornya, Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar, Bali, Rabu (22/05/2005).Arief mengatakan, pwrusakan hutan mangrove oleh tangan nakal manusia akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi hutan mangrove. Bahkan, ada kesan pemahaman masyarakat terhadap hutan mangrove salah. "Seperti ada kesan mangrove itu jorok, kotor, menjijikkan penuh lalat dan nyamuk dan tidak memiliki nilai ekonomis," bebernya.Akibatnya, masyarakat menyerobot habitat hutan mangrove untuk dijadikan tambak ikan serta perhotelan. "Mereka belum sadar bahwa hutan mangrove itu memiliki banyak fungsi," katanya.Untuk itulah, Arief mengaku, pihaknya semakin gencar melakukan sosialisasi manfaat hutan mangrove kepada masyarakat, seperti anak-anak sekolah, pejabat dan masyarakat umum. Mangrove memiliki funsi untuk mencegah abrasi pantai bahkan mampu menahan gelombang tsunami.Untuk merehabilitasi dan mengembangkan hutan mangrove, pemerintah Indonesia dibantu pemerintah Jepang (JICA) tahun 1992 melaksanakan program eksplorasi teknologi rehabilitasi mangrove dan sejak tahun 2001 melaksanakan program pelatihan, pendidikan, informas, riset dan ekonomi wisata.Hasilnya, sebanyak 300 - 400 hektar hutan mangrove di kawasan Sanur, Benoa dan Nusa Dua atau lebih dikenal dengan nama Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali berhasil direhabilitasi. Dulunya, kawasan ini diserobot dijasikan lahan tambak ikan. Sekarang, hamparan hijau terbentang di sisi selatan dan timur kawasan wisata Sanur, Kuta dan Nusa Dua.
(ism/)











































