Kemenhub Targetkan Tutup Semua Pelintasan Sebidang Rel KA di 2019

Kemenhub Targetkan Tutup Semua Pelintasan Sebidang Rel KA di 2019

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Jumat, 16 Feb 2018 01:28 WIB
Kemenhub Targetkan Tutup Semua Pelintasan Sebidang Rel KA di 2019
Zulfikri dan Edi Nursalam (Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan menargetkan tiga poin terkait keselamatan perjalanan kereta api. Salah satu poin itu adalah penutupan pelintasan sebidang atau penutupan palang pintu rel kereta api liar.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, pada 2018, Menhub Budi Karya memberikan quick wins kepada setiap dirjen di lingkup Kemenhub. Untuk kereta api sendiri, targetnya adalah mengenai keselamatan perkeretaapian.

"Nah, kita di perkeretaapian, kita lakukan terkait bidang keselamatan di perkeretaapian. Walaupun sudah kita lakukan, kita lebih mempercepat lagi untuk khususnya program terkait penutupan pelintasan sebidang. Ini yang kita lakukan," kata Zulfikri di kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, No 8 Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pelintasan sebidang sudah ditutup sebanyak 291 titik dari 5.829 titik di seluruh Indonesia. Target Kemenhub, penutupan cikal bakal pelintasan sebidang akan selesai pada 2019.

"Target kita 11 Januari 2018 direncanakan akan ditutup sebanyak 168 cikal bakal pelintasan sebidang KA. Realisasi sampai 14 Februari telah ditutup 211 cikal bakal pelintasan sebidang KA. Rencana penutupan dari 14-28 Februari sebanyak 93 titik. Target sampai 28 Februari total akan ditutup sebanyak 304 cikal bakal pelintasan sebidang KA," tutur Direktur Keselamatan Kemenhub Edi Nursalam di lokasi yang sama.

Poin lain yang akan ditargetkan adalah pemberian 2.000 sertifikat SDM perkeretaapian untuk karyawan KAI dan penertiban jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 2.000 sertifikat itu meliputi ASP, tenaga perawatan, tenaga pemeriksa, dan PJL.


"Program ketiga penertiban bangunan liar di sepanjang jalur Soekarno-Hatta. Kami sudah lakukan ini ada tujuh titik. Sebenarnya program ini sudah jalan duluan oleh KAI dari Desember ditertibkan dari Tanah Abang dan Duri. Target kita per bulan Maret itu baru selesai, mudah-mudahan bisa kita tertibkan," kata Edi.

Menurut Edi, program-program ini untuk memacu PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar melihat apa yang terjadi di lapangan. Selain itu, terkait dengan penutupan pelintasan sebidang, pemda memiliki peranan penting untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

"Pemda jadi kunci sebenarnya, tapi kita pahami kekuatan pemda mungkin agak berat membiayai itu. Sebenarnya prioritas utama untuk pelintasan sebidang yang sudah ada flyover, masalahnya bagaimana dengan pejalan kaki? Yang gerobak? Nah, ini kita coba mencari solusi. Katakanlah disediakan untuk pejalan kaki tapi jangan untuk mobil," timpal Zulfikri menambahkan pernyataan Edi. (elz/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads