DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 19:59 WIB

Tumbuhkan Kesadaran Bahaya Kebakaran Lahan Sejak Dini

Moch Prima Fauzi - detikNews
Tumbuhkan Kesadaran Bahaya Kebakaran Lahan Sejak Dini Foto: Dok Fire Prevention/PT RAPP
Kabupaten Pelalawan - Setiap tahunnya Provinsi Riau mengalami kebakaran lahan yang terjadi saat musim kemarau tiba. Segala upaya telah dilakukan guna mengurangi insiden tersebut.

Misanya saja, sejak 2014, Fire Prevention, tim yang dibentuk PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), menjalankan program Desa Bebas Api. Dari program tersebut desa yang berhasil menjaga dari kebakaran hutan, diberikan hadiah infrastruktur senilai Rp 100 juta.

Kemudian yang saat ini juga sedang berjalan adalah melakukan sosialisasi kepada siswa sekolah dasar yang dinamakan Fire Aware Community (FAC) Go to School. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menanamkan kesadaran sejak dini agar anak-anak mendapatkan edukasi mengenai bahaya kebakaran lahan.

"Jadi kita sosialisasikan ke anak sekolah, sejak dini kita mulai ajarkan bahwa membakar, dampak asapnya, itu berbahaya sekali. Anak-anak itu kita didik dari sekarang," ujar Sailal Arimi, Fire Prevention Manager, di Pelalawan, Riau.

Tumbuhkan Kesadaran Bahaya Kebakaran Lahan Sejak DiniFoto: Fire Prevention/PT RAPP

FAC Go to School sendiri merupakan pengembangan dari program sebelumnya bernama Community Awareness dari PT RAPP. Mereka mengunjungi setiap sekolah yang tersebar di 5 Kabupaten di Provinsi Riau. Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Pelawawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Merati dan Kabupaten Singingi.

Dalam sosialisasinya, Sailal mengungkap, menggunakan media ajar seperti buku, komik hingga video yang menampilkan dampak terjadinya kebakaran.

Sosialisasi yang menyasar pada anak-anak itu sukses membawa pesan mengenai bahaya kebakaran. Sailal menceritakan ada seorang siswa yang sampai melarang orang tuanya agar tidak membakar lahan.

"Waktu kami kembali lagi ke sekolah itu, kami tanya apa yang telah kalian lakukan. Ada satu anak, dia bilang saya sudah larang orang tua untuk tidak membakar lagi," ungkapnya.

Tumbuhkan Kesadaran Bahaya Kebakaran Lahan Sejak DiniFoto: Fire Prevention/PT RAPP

Kemudian saat dikonfirmasi kepada orang tua anak tersebut ternyata benar. Setelah adanya larangan dari sang anak, mereka kini telah sadar dan tak lagi membakar lahan.

"Kita harapkan 20 tahun lagi mereka (siswa) bukan sebagai pembakar lahan, jadi ini untuk jangka panjangnya karena mereka sudah tahu dari sekarang," imbuh Sailal.

Pada 2016 lalu total sekolah yang mendapatkan sosialisasi bahaya kebakaran sebanyak 50 sekolah. Kemudian jumlahnya meningkat pada 2017 sebanyak 80 sekolah. Sehingga jika ditotal saat ini berjumlah 131 sekolah yang terdiri sekolah SD dan SMP. Sementara di 2018 ini Sailal menargetkan adanya sosialisasi di 104 sekolah lainnya.

Selain program FAC Go to School ini, PT RAPP juga memiliki program lainnya melalui tim Fire Prevention seperti, Desa Bebas Api (Free Fire Village), Crew Leader (pemberdayaan masyarakat untuk sosialisasi warga), Agriculture System (fasilitas alat pembuka lahan), Community Awareness (meningkatkan kepedulian warga), dan Haze Monitoring (penyediaan alat pemantau kualitas udara), serta program pengembangan FAC Go to Movie.
Tumbuhkan Kesadaran Bahaya Kebakaran Lahan Sejak DiniFoto: Dok. Fire Prevention/PT RAPP

Dari jumlah lahan seluas 600 ribu hektar, termasuk area konsesi PT RAPP, luas area terbakar pada 2013 berjumlah 0,30%. Kemudian dengan adanya program tersebut pada 2014 jumlahnya menjadi 0,18% dan di 2015 turun menjadi 0,01%.

Sayangnya pada 2016 tingkat kebakaran naik menjadi 0,07% dan di 2017 turun kembali ke 0,03%. Naiknya persentase di 2016 diakibatkan oleh kebakaran yang melanda desa Pulau Muda seluas 334 hektar.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed