DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 17:18 WIB

Survei Indo Barometer: Jokowi 32,7%, Prabowo 19,1%, Ahok 2,9%

Tsarina Maharani - detikNews
Survei Indo Barometer: Jokowi 32,7%, Prabowo 19,1%, Ahok 2,9% Ilustrasi rilis survei Indo Barometer. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Indo Barometer merilis survei Dinamika Pilpres 2019. Hasil survei itu menempatkan Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden dengan elektabilitas tertinggi.

Dalam simulasi 2 nama Jokowi vs Prabowo, Jokowi unggul dengan angka 48,8 persen. Sedangkan Prabowo berada di angka 22,3 persen.

Sebanyak 17,2 persen responden belum memutuskan, 6,0 persen masih merahasiakan, 1,2 persen tidak akan memilih, dan 4,5 persen tidak menjawab.

"Simulasi ini mungkin akan ada rematch, Jokowi versus Prabowo jilid dua," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (15/2/2018).


Di samping itu, Indo Barometer melakukan survei konstelasi umum capres 2019. Selain nama Prabowo, ada sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi maju sebagai capres.

Di antaranya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama-nama itu muncul berdasarkan pertanyaan terbuka seandainya pilpres diselenggarakan hari ini.

Berikut ini hasil survei Indo Barometer tentang pilihan calon presiden:
1. Joko Widodo 32,7%
2. Prabowo Subianto 19,1%
3. Basuki Tjahaja Purnama 2,9%
4. Gatot Nurmantyo 2,7%
5. Anies Baswedan 2,5%
6. Agus Harimurti Yudhoyono 2,5%
7. Jusuf Kalla 2,1%
8. Ridwan Kamil 1,5%
9. Sohibul Iman 1,0%
10. Hary Tanoesoedibjo 0,8%
11. Tito Karnavian 0,7%
12. Susilo Bambang Yudhoyono 0,7%
13. Ganjar Pranowi 0,5%
14. Wiranto 0,3%
15. Deddy Mizwar 0,2%
16. Mahfud MD 0,2%
17. Khofifah Indar Parawansa 0,2%
18. Megawati Soekarnoputri 0,2%
19. Belum ada calon 2,0%
20. Belum memutuskan 15,3%
21. Rahasia 5,4%
22. Tidak jawab 6,5%

Survei dilaksanakan pada 23-30 Januari 2018 di 34 provinsi. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Potensi Kuda Hitam

Indo Barometer juga membuat tiga skenario pilpres mendatang. Dari skenario yang ada, Anies disebut paling berpeluang jadi capres alternatif.

"Potensi kuda hitam ada di Anies," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (15/2).


Dalam skenario 3 nama calon presiden, nama Anies unggul dibanding calon penantang Jokowi dan Prabowo lainnya. Dalam simulasi Jokowi-Prabowo-Anies, Anies mendapatkan persentase 2,4 persen.

Sementara itu, nama-nama lainnya yang muncul dalam simulasi 3 nama adalah sebagai berikut:
1. Jokowi-Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono; dengan persentase AHY sebesar 0,8 persen
2. Jokowi-Prabowo-Gatot Nurmantyo; dengan persentase Gatot sebesar 1,8 persen
3. Jokowi-Prabowo-Budi Gunawan; dengan persentase BG sebesar 0,3 persen
4. Jokowi-Prabowo-Jusuf Kalla; dengan persentase JK sebesar 0,1 persen

Menurut Qodari, salah satu faktor yang menyebabkan Anies mengungguli nama lainnya adalah saat ini ia memegang jabatan strategis di ibu kota negara. Segala kebijakan Anies di DKI Jakarta selalu mendapat sorotan.

"Karena sekarang dia megang jabatan strategis. Kemudian, media massanya banyak. PR-nya banyak. Jadi kalau Anies buat kebijakan, kemungkinan besar jadi sorotan," tuturnya.
(tsa/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed