DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 10:23 WIB

Pelecehan Seksual Penumpang, Oraski: Driver Wajib Jaga Etika

Audrey Santoso - detikNews
Pelecehan Seksual Penumpang, Oraski: Driver Wajib Jaga Etika Tersangka pelecehan seksual Angrizal Noviandi. (Amelia/detikcom)
Jakarta - Penjabat Humas dan Promosi DPP Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski), Julian, mengatakan setiap driver taksi online yang bergabung dengan pihaknya wajib menjaga etika dan norma. Hal ini disampaikan Julian saat menanggapi berita pelecehan seksual oleh salah satu pengemudi taksi online terhadap penumpang perempuannya.

"Setiap anggota (Oraski) wajib menjaga etika, norma, dan kode etik," tegas Julian saat dihubungi detikcom, Rabu (14/2/2018).

Julian menerangkan seseorang yang hendak menjadi pengemudi transportasi online biasanya sudah mendapat peringatan tentang apa saja perbuatan yang tidak boleh dilakukan selama mengangkut penumpang.

"Biasanya sebelum jadi anggota akun aplikasi, mitra pengemudi harus mengikuti pencerahan, apa yang tidak boleh dilakukan, termasuk pelanggaran KUHP," jelas Julian.

Julian menegaskan, bila pengemudi melakukan tindak kejahatan, hal tersebut jadi urusan pribadi masing-masing. "Jika tindak pidana tetap dilakukan, itu pelanggaran berat dan risikonya di tanggung sendiri," tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, driver taksi online Angrizal Noviandi (30) melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan. Aksi itu ia lakukan saat melintas di kawasan Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (12/2) dini hari lalu. Saat itu korban hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Surabaya, Jawa Timur.

Di tengah perjalanan, tersangka rupanya membelokkan mobil keluar dari jalan tol. Korban, yang selama perjalanan tertidur, terbangun dan mengetahui mobil sudah keluar dari kawasan tol.

Di tempat sepi, korban digerayangi tersangka. Ketika hendak diperkosa, dalam kondisi ketakutan, korban akhirnya membuat strategi dengan menyampaikan kepada pelaku bahwa ia tengah hamil 2 bulan.

Tersangka pun melepaskannya di tempat sepi. Tapi sebelum itu, tersangka membawa kabur ponsel korban untuk menghilangkan jejak.

"(Pelaku) kena pasal 289, ancamannya 9 tahun," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono kepada detikcom, Rabu (14/2).
(aud/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed