Hujan Deras, Semarang Banjir
Rabu, 22 Jun 2005 18:19 WIB
Semarang - Meski musim kemarau, hujan masih saja terjadi di Semarang. Akibat guyuran hujan selama beberapa jam, Rabu (22/6/2005), sejumlah kawasan terendam air hingga setinggi satu meter.Hujan sudah mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (21/6/2005) malam. Pada dini hari hujan sempat berhenti dan berlanjut lagi sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (22/6/2005). Hujan yang terjadi merata di seluruh kawasan itu terbilang lebih deras dibanding sebelumnya.Ketika hujan mulai berhenti sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah kawasan mulai tergenang air. Air meninggi beberapa jam setelahnya, seperti terjadi di kawasan Sampangan, Pleburan, Bubakan, Pasar Johar, dan Tawang Mas.Pusat kota seperti Kawasan Simpang Lima juga tak lepas dari rendaman air. Tinggi air sekitar 20-30 cm. Situasi itu membuat banyak pengendara jalan yang mesin sepeda motornya mati karena terendam air.Kawasan yang terbilang cukup parah terendam air adalah Kelurahan Bubakan, Kec. Semarang Utara. Di kawasan yang dekat dengan laut, air meninggi sekitar setengah meter. Tak hanya di jalan, tapi masuk ke perkampungan.Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Tawang Mas, Kec. Semarang Utara. Bahkan tinggi air mencapai satu meter dan masuk ke perumahan setempat. Penduduk pun sempat dibuat panik karenanya.Hingga pukul 15.20 WIB, rendaman air di Kelurahan Bubakan dan Tawang Mas masih belum surut sepenuhnya. Air masih menggenangi rumah penduduk. Sebagian penduduk setempat mengevakuasi beberapa barang vital dan peralatan rumah tangga. Selain guyuran hujan, faktor lain yang membuat meningginya air adalah saluran air yang tidak optimal. Sehingga setiap kali diguyur hujan deras beberapa jam saja, air limpasan laut dan sungai cepat merendam daerah sekitar. Selama ini Pemkot Semarang sudah berusaha membenahi saluran air. Namun usaha itu sepertinya tak pernah berhasil. Buktinya, saat hujan mengguyur, sejumlah kawasan masih saja terendam air karena saluran air tak bekerja.
(asy/)











































