Ratusan Petani Unjuk Rasa ke PT Batubara Bukitasam
Rabu, 22 Jun 2005 17:55 WIB
Palembang - Sedikitnya 500 warga Muaraenim yang tergabung dalam Gerakan Otonomi Daerah dan Penyelamat Aset Muaraenim (Godam) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor PT Batubara Bukitasam (PT BA) Tanjungenim, Muaraenim, Sumatera Selatan. Warga yang sebagian besar petani itu menuntut PT BA memberikan kontribusi kepada rakyat Muaraenim."Kami menuntut PT BA agar memberikan kontribusi yang besar kepada masyarakat Muaraenim," kata Firdaus, pimpinan aksi, Rabu (22/6/2005). Selain itu, mereka juga menuntut PT BA memperhatikan dampak lingkungan dari penambangan mereka."Mereka kan melakukan penambangan terbuka sehingga mengurangi lahan warga yang selama ini mencari nafkah melalui usaha pertanian. Jadi, ketika lahan warga dibebaskan atau dibeli, tanggung jawab PT BA tidak berhenti. Mereka juga harus memperhatikan persoalan sosial atau lingkungan di sekitarnya," kata Firdaus.Menurut Firdaus, aksi yang mereka lakukan itu berjalan damai, dan mereka bertemu dengan sejumlah pimpinan PT BA untuk menyerahkan pernyataan sikap. Aksi itu berlangsung selama dua jam, dari pukul 11.00-13.00 WIB. Kepedulian PT BA itu, kata Firdaus, misalnya menambah sumbangan kas daerah, lalu memberikan program sosial serta mengutamakan tenaga kerja lokal atau kelahiran Muaraenim. "Terus-terang, rasanya lebih enak di zaman Belanda. Meskipun batubara dieksploitasi, mereka memikirkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami di Muaraenim justru sengsara sejak dikelola PT BA. Listrik mahal, bahkan sering padam pula," kata Firdaus.Seperti diberitakan sebelumnya PT BA sudah bersitegang dengan Pemerintah Muaraenim. Persoalannya sama, yakni Pemerintah Muaraenim menuntut agar PT BA menambah pemasukan ke kas daerah atau membiarkan tumbuhnya perusahaan penambangan lain yang dikelola Pemerintah Muaraenim. PT BA yang merasa punya kuasa atas lahan penambangan di Muaraenim tentu saja terganggu. Mereka protes.
(asy/)











































