Disebut Menikmati DAU, Akbar Tandjung Kaget
Rabu, 22 Jun 2005 17:42 WIB
Jakarta - Mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung merasa kaget namanya disebut-sebut dalam penyalahgunaan Dana Abadi Umat (DAU) Departemen Agama (Depag). Bahkan dirinya mengatakan akan menyiapkan bukti-bukti pembayaran Ongkos Naik Haji (ONH) pada tahun 2003."Saya kaget juga, kenapa nama saya disebut-sebut," kilah Akbar kepada wartawan, usai acara silaturahmi tokoh nasional di kediaman Wiranto Jalan Palem Kartika No.21 Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2005).Ketika menunaikan ibadah haji, Akbar mengaku dirinya telah membayar ONH dan tidak pernah menggunakan fasilitas DAU. "Saya setor di Bank BNI, Saya sekarang lagi minta bukti-bukti setorannya dan akan saya sampaikan," tegas Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.Tetapi Akbar mengaku, dalam menunaikan ibadah haji memang berangkat bersama rombongan pejabat pemerintah lainnya termasuk mantan Menko Kesra yang saat ini menjabat Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dan mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawwar. Ketika di tanah suci, ketiganya tinggal dalam satu hotel.Dirinya pun mengakui, ketika pergi ke tanah suci bersama rombongan pejabat negara pada tahun 2003, istrinya, Krisnina Maharani memang turut serta. "Pokoknya saya sudah bilang ke sekretaris saya untuk meminta bukti-buktinya di Bank BNI di depan gedung DPR. Jadi tidak benar Saya mengunakan DAU, Saya pergi berangkat haji bersama nyonya (istri)," tukas Akbar.Ketika ditanyakan apakah dirinya akan mengambil langkah hukum, karena namanya disebut oleh Said Agil dan pengacaranya, Ayuk Fadlun Shahab, Akbar menjawab tidak. "Saya akan klarifikasi dengan menyerahkan bukti ONH bahwa yang dikatakan itu tidak benar," bela Akbar.
(ism/)











































