Anggota FPDIP DPR Tuntut TPF Munir Minta Maaf

Anggota FPDIP DPR Tuntut TPF Munir Minta Maaf

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2005 16:47 WIB
Jakarta - Batalnya pertemuan TPF Kasus Munir dengan AM Hendropriyono yang difasilitasi DPR berbuntut. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, menuntut TPF Munir meminta maaf karena tidak memenuhi undangan DPR. Tuntutan ini disampaikan Simbolon, salah seorang anggota FPDIP, dalam diskusi bertajuk 'Masa Tugas TPF Munir, Perlukah Diperpanjang' di Oriental Bar, Hotel Mandarin Oriental, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/6/2005). Diskusi juga dihadiri Sekretaris TPF Munir, Usman Hamid; pengacara Hendro, Syamsu Djalal, dan praktisi hukum Nono Anwar Makarim.Simbolon, yang menjadi Sekretaris Tim Pemantau Kasus Munir DPR, juga meminta TPF agar tidak selalu membawa nama presiden apabila menghadapi masalah. "Setiap apa-apa terus mereka bilang presiden kecewa, apa itu," tukas dia. Sementara soal masa kerja TPF Munir, Simbolon berpendapat masa kerja TPF Munir tidak perlu diperpanjang. Pendapat senada disampaikan Syamsu Djalal. Menurut keduanya, penyelidikan atas kasus tewasnya Munir sebaiknya dikembalikan kepada pihak yang berwenang, yaitu kepolisian.Syamsu juga meminta agar tidak ada yang mengambil keuntungan dari kasus kematian Munir."Jangan-lah kita menari-nari sambil menabuh gendang di atas arwah Munir. Kasihan dia," sindirnya.Mendengar ucapan Syamsu, Usman sempat emosi. "Saya tegas Pak Syamsu, tidak ada yang main-main di sini. Jika ada yang mempertanyakan pengusutan kasus ini, justru kita harus pertanyakan balik mengapa ia mempertanyakan ini. Ada apa di balik ini?"Sementara soal tuntutan untuk meminta maaf kepada DPR, Usman tidak sempat menanggapinya dalam forum diskusi karena waktunya sudah habis. Kepada wartawan, usai diskusi, Usman menyatakan jika memang DPR menuntut TPF meminta maaf maka harus disampaikan secara tertulis. "Saya bukan orang yang harus mewakili TPF. Atau Effendi Simbolon juga bukan orang yang bisa mewakili DPR," tukasnya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads