DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 15:02 WIB

Resmi Jadi Calon Tunggal, Ini Kata Bupati Puncak Papua

Dhani Irawan - detikNews
Resmi Jadi Calon Tunggal, Ini Kata Bupati Puncak Papua Willem Wandik (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Willem Wandik dan Alus Murib ditetapkan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati tunggal dalam pilkada serentak di Kabupaten Puncak, Papua. Meski demikian, Wandik mengaku tak akan bersantai-santai.

"Meski kami sudah ditetapkan oleh KPUD menjadi calon tunggal, bukan berarti kami terus diam. Kami akan terus mempersiapkan yang terbaik bagi daerah Puncak, Papua, meski kami berhadapan dengan kotak kosong," ujar Wandik dalam keterangannya, Rabu (14/2/2018).

Penetapannya sebagai calon tunggal tertuang dalam berita acara rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Puncak tahun 2018 nomor: 02/BA/KPU-PUNCAK/2018. Dalam keputusan tersebut, pasangan Willem Wandik-Alus Murib dianggap telah memenuhi syarat menjadi peserta pilkada Kabupaten Puncak 2018.

"Baru saja saya mendapat laporan dari Ketua KPUD Puncak, mereka sudah melakukan pleno penetapan paslon dan hanya satu pasangan yang lolos yakni pasangan Willem Wandik-Alus Uk Murib," kata Ketua KPU Papua, Adam Arisoi.

Kabupaten Puncak pernah mengalami sejarah kelam saat pelaksanaan pilkada. Saat itu 51 warga tewas karena perang selama proses pilkada dalam kurun waktu dua tahun pada kisaran 2011-2013. Meski pilkada sudah selesai, suasana masih mencekam hingga awal 2015.


"Kotak kosong ini juga menurunkan potensi konflik antarpendukung yang terjadi di kabupaten kami. Pada pemilihan awal demokrasi Kabupaten Puncak bergulir, daerah kami sudah kehilangan 50 orang pahlawan demokrasi yang meninggal karena konflik pilkada," ucap Wandik.

"Kami akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja demi kesejahteraan masyarakat yang terisolasi, dan bekerja untuk mengurangi konflik yang ada, karena wilayah pegunungan tengah Papua itu unik dan indah, kami ingin semua aman dan damai" imbuh Wandik.

Permasalahan 'perang saudara' itu kemudian diselesaikan secara adat. Pemkab Puncak harus membayar Rp 1 miliar untuk per satu kepala korban meninggal. Pemda juga harus memfasilitasi tradisi bakar batu untuk mendamaikan kedua belah pihak. Biayanya juga sangat besar. Dana untuk bayar ganti rugi itu juga turut dibantu oleh pemerintah pusat.

"Saya dan calon wakil bupati menyampaikan terima kasih banyak kepada masyarakat, Ini menunjukkan kami masih dipercaya rakyat dan partai untuk bersama-sama membangun daerah di pegunungan tengah Papua. Ini merupakan amanah yang besar buat kami menjadi calon Bupati Puncak, Papua," ungkap Wandik

Wandik menyebut di masa kepeimpinannya, harga BBM sempat mencapai Rp 50 ribu per liter, tetapi bisa disamakannya menjadi Rp 6.500 per liter. Selain itu, bandara di wilayahnya--Bandara Ilaga--akan diperpanjang landasannya dari Rp 600 meter menjadi 1.600 meter.
(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed