DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 13:59 WIB

Luka di Kaki Anak Jenderal Nasution dan Kejamnya Orde Baru

Aryo Bhawono - detikNews
Luka di Kaki Anak Jenderal Nasution dan Kejamnya Orde Baru Hendrianti Sahara Nasution, putri sulung Jenderal Besar AH Nasution. (Foto: Fuad Hasyim)
Jakarta -

Umumnya masyarakat tentu mengenal nama Ade Irma Suryani Nasution. Salah satu putri Jenderal Besar Abdul Haris Nasution itu menjadi korban Gerakan 30 September 1965. Kakaknya Ade, Hendrianti Sahara Nasution, sebetulnya ikut menjadi korban, bahkan harus menangggung luka hingga saat ini. Saat mencoba bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari kebiadaban pasukan Tjakrabirawa, pinggulnya patah karena gagal melompati jendela.

"Jadi waktu itu badan sebelah kanan saya kena mesin jahit, akibat berkali-kali gagal melompati jendela," tutur Hendriati saat menerima kunjungan detik.com di kediamannya di Gandaria, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dia sempat menjalani operasi penyelamatan pinggul sebelah kanan. Dokter yang memeriksanya menyebutkan ikatan tulang paha kanan sudah tak sempurna. Namun jika operasi diteruskan dokter itu khawatir lukanya malah tak bisa sembuh sehingga kemudian dibiarkan. Akibatnya, rasa nyeri setiap kali berjalan tak sirna. Jalannya pun selalu pincang. Operasi kaki baru ia jalani pada 2004. Tulang bagian kakinya disangga dengan besi.

Namun pembiaran selama bertahun-tahun tersebut membuat beban kaki tak seimbang. Sakit sudah menjalar hingga kaki sebelah kiri. Kini ia harus banyak mengistirahatkan kakinya.

Hendriati tergolong wanita tegar. Ia menghadapi kematian adiknya, Ade Irma Suryani dengan tabah. Pada masa Orde Baru dia pun ikut terkena imbas ketika orang tuanya dikucilkan penguasa. Meski anak Jenderal yang dikenal sangat anti PKI, Hendriati harus ikut screening anti PKI pada 1980-an.

Screening ini dilakukan ketika ia membuka usaha kecil-kecilan sebagai distributor berbagai minuman ringan ke warung-warung. Pendaftaran perusahaan mewajibkan pendiri perusahaan untuk ikut interogasi di depan aparat.

"Saya jalani saja. Waktu itu yang menanyai saya tanya berbagai hal yang saya alami sendiri sebagai anak Pak Nas," jelasnya.




(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed