DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 12:44 WIB

Cegah Persekusi, Sejumlah Orang Gangguan Jiwa di Bogor Dirazia

Mei Amelia, Bahtiar Rifa'i - detikNews
Cegah Persekusi, Sejumlah Orang Gangguan Jiwa di Bogor Dirazia Foto: istimewa
Jakarta - Belakangan ini marak penganiayaan terhadap ulama di beberapa tempat. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dua kasus penganiayaan terhadap ulama dan masyarakat dilakukan oleh orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).

Guna mencegah hal itu terulang, Polres Bogor melakukan upaya preventif dengan mengamankan sejumlah ODMK yang berkeliaran di jalan. Operasi sudah berjalan selama dua hari dan sudah ada 16 ODMK yang diamankan polisi.

Dicky mengatakan beberapa di antaranya diamankan hanya mengenakan pakaian dalam. Ada juga yang berpakaian compang-camping.

"Mayoritas orang gangguan jiwa itu kami amankan saat berkeliaran di jalan atau di permukiman. Mereka kami amankan hasil dari operasi selama dua hari sejak Senin kemarin," kata Dicky dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (14/2/2018).

Polisi kemudian membawa mereka ke kantor kepolisian. Di sana, para ODMK ini dimandikan hingga disuapi oleh anggota kepolisian serta diberi pakaian yang layak, sebelum akhirnya dibawa ke Suku Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk penanganan lebih lanjut.

Beberapa di antaranya dipulangkan ke pihak keluarga setelah polisi melakukan identifikasi.

"Sisanya kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan penanganan," imbuhnya.

Polisi menggunakan alat mambis untuk mengidentifikasi para ODMK ini. Setelah diketahui alamat masing-masing, Polres Bogor meminta bantuan ke Polres setempat guna menyampaikan kabar ditemukannya ODMK di wilayah Bogor ke anggota keluarganya.

Salah satunya Kholifa Irosyidin (31), warga Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan. Lewat bantuan Polres setempat, Polres Bogor berhasil menghubungi keluarga Kholifa.

"Dan dari keterangan keluarga Kholifa, memang yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa dan ada surat keterangan dari RT setempat juga yang diterbitkan tahun 2013," tuturnya.

Selain untuk mencegah terjadinya penganiayaan terhadap ulama dan masyarakat, polisi mengamankan para ODMK agar mereka tidak mengalami kekerasan atau tindakan menyimpang lainnya. Kapolres pun mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak benar ketika bertemu dengan ODMK.


Polda Banten dan Dinsos Razia Orang dengan Gangguan Jiwa

Polda Banten melakukan langkah terkait maraknya isu penyerangan terhadap tokoh agama. Seluruh jajaran Polres diminta melakukan razia bersama Dinas Sosial, khususnya terhadap orang gila yang berkeliaran.

Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan razia terhadap orang gila sudah diinstruksikan sejak Selasa (14/2) kemarin. Razia dilakukan sampai situasi kondusif dari isu-isu penyerangan tokoh agama oleh orang gila.

Apalagi, Listyo mengatakan, dalam waktu dekat, ada 3 pilkada di daerahnya. Termasuk pada tahun depan akan memasuki tahun politik, yaitu pileg dan pilpres.

"Harapan kita jangan sampai terjadi lagi korban atas berkembangnya isu ini," kata Listyo kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Rabu (14/2).

Kapolda BantenKapolda Banten (Foto: dok istimewa)


Selain itu, ia mengatakan seluruh jajaran Polres sudah bergerak melakukan pertemuan dengan tokoh ulama di Banten. Dari pertemuan tersebut, TNI, Polri, dan tokoh ulama sepakat warga tak perlu terbawa isu penyerangan terhadap ulama.

"Kita sepakat bersinergi, terutama dengan ulama. Kalau ada masalah, TNI dan Polri tidak tinggal diam. Kalau ada, apalagi penyerangan terhadap ulama, kita yang akan menghadapi itu semua," paparnya.

Ia juga meminta warga tidak khawatir dan panik atas berkembangnga isu penyerangan ulama. Bila ditemukan seseorang yang mencurigakan, ia meminta agar melaporkan hal tersebut kepada kepolisian.

"Jangan sampai terpancing isu dan mengambil langkah sendiri," ucapnya lagi.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed