Hamid Yakin DPR Inginkan Dialog RI-GAM Jalan Terus

Hamid Yakin DPR Inginkan Dialog RI-GAM Jalan Terus

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2005 15:05 WIB
Jakarta - Kritikan sejumlah anggota DPR soal dialog RI-GAM seolah tidak didengar Menkum dan HAM Hamid Awaluddin. Hamid yakin anggota dewan sebetulnya mendukung langkah pemerintah. Buktinya, tidak ada satu pun partner kerjanya di Komisi III yang menentang upaya pemerintah."Tidak ada satu pun anggota Komisi III yang meminta usaha perdamaian ini tidak dilanjutkan. Mereka sepakat dan mendukung," tegas Hamid usai raker dengan Komisi III DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (22/6/2005).Meski mendukung, Hamid mengakui, pandangan mereka soal perundingan damai itu bervariasi. Ada yang melihat harus dipercepat, ada yang melihat dari sisi substansinya, atau mengusulkan langkah yang sebaiknya diambil pemerintah."Tapi, apa pun langkah yang diambil pemerintah, kita akan segera menyosialisasikan ke masyarakat agar pandangan tidak terbelah-belah. Karena jelas-jelas ada sejumlah personel pemerintah yang tidak mendukung, seperti Gubernur Lemhanas Ermaya Suradinata," ungkap Hamid.Sikap pemerintah sejak awal tentang HAM, lanjut Hamid, adalah melakukan dialog demi perdamaian. Karena jika perdamaian itu bisa diwujudkan, pemerintah bisa memberikan amnesti kepada seluruh anggota GAM dengan tuntutan menyerahkan senjatanya. Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki infrastruktur ekonominya. Mengenai istilah self government, Hamid meminta semua pihak tidak menyamakannya dengan kemerdekaan. Karena self government lebih identik dengan kebebasan ekonomi.Kondisi LapasTerkait kritikan anggota Komisi III terhadap kondisi lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, Hamid menerima dengan lapang dada. Dia mengakui, kondisi Lapas saat ini memang sangat memprihatinkan. Namun dia juga menyambut gembira dengan solusi yang ditawarkan anggota dewan untuk memperbaiki kondisi Lapas, yakni dengan menaikkan anggaran dari Rp 4,871 triliun pada tahun 2005 menjadi Rp 6,478 triliun."Saya menanggapi positif kritik-kritik ini, karena melihat bukti riil di lapangan. Kita memang membutuhkan dukungan anggaran," katanya. (umi/)



Berita Terkait