DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 11:57 WIB

D'Tutorial

Tips Agar Tak Gugup Saat Baca Ijab-Kabul di Akad Nikah

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Tips Agar Tak Gugup Saat Baca Ijab-Kabul di Akad Nikah Prosesi ijab-kabul pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution yang berlangsung lancar. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Jakarta - Setelah menyelesaikan proses pendaftaran di Kantor Urusan Agama (KUA) dan mendapat nama penghulu, siapkan mental untuk ijab-kabul. Bagaimana tipsnya?

"Sebenarnya kuncinya tenang, dan saya selalu jelaskan kepada calon pengantin, yang bikin pengantin takut dan tegang itu karena ada yang kasih tahu ini (baca ijab-kabul) harus satu napas. Itu tuh yang bikin orang mau ijab-kabul kayak mau angkat barbel, padahal nggak begitu," tutur Kepala KUA Kecamatan Setiabudi, Madari, saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Selasa (13/2/2018).

Tips Agar Tak Gugup Saat Baca Ijab Kabul di Akad NikahKepala KUA Setiabudi Madari. (Tri Aljumanto/detikcom)


Menurut Madari, membaca ijab-kabul tak perlu tergesa-gesa sambil menahan napas. Yang dimaksud 'satu tarikan nafas' adalah antara ucapan wali nikah langsung disambung ucapan mempelai pria.








"Tidak dijeda dengan kegiatan lain. Misal, setelah wali nikah bilang 'tunai', jangan mempelai pria terus angkat telepon, itu namanya jeda," ujar Madari.

Untuk mengurangi rasa gugup sebetulnya boleh juga disiapkan catatan kecil yang dipasang di meja ijab-kabul. Jadi, baik wali nikah maupun mempelai pria bisa sambil membaca catatan itu.

"Itu juga teknis. Kita selalu penghulu itu menyiapkan teks tertulis, jadi pengantin baca saja deh. Jadi nggak mesti menghafal, yang penting walaupun baca tapi keluar dari hati. Ini bukan semata proses administratif, tapi proses ibadahnya di situ, gitu," kata Madari.

Hal yang tak kalah penting berikutnya adalah saksi nikah. Pernyataan ijab-kabul sah atau harus diulangi diucapkan oleh saksi nikah.

"Saksinya dikondisikan dulu biar mengertinya, sama pemahamannya. Kalau saksinya orang pinter, justru enak, sangat fleksibel karena mereka ngerti hukum," ungkap Madari.

Lalu, bagaimana jika ada tamu undangan teriak 'tidak sah'?

"Nggak masalah, yang penting saksi nikahnya itu (yang memutuskan)," kata Madari.



(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed