Dephan akan Dapat Tambahan Dana Rp 2 Triliun

Dephan akan Dapat Tambahan Dana Rp 2 Triliun

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2005 14:41 WIB
Jakarta - Bukan rahasia lagi, alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI kurang memadai. Untuk memperbaikinya, Departemen Pertahanan (Dephan) mendapat dana tambahan sebesar Rp 2 triliun.Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan dana tambahan itu diperolehdari kantong APBN-Perubahan 2005. Dia bertekad melaksanakan efisiensi dan penentuan prioritas yang baik dan benar. "Kami dengar dari Pak Wapres dan Bu Mulyani bahwa kita mendapat kurang lebih tambahan Rp 2 triliun dari dari APBN-P, dari sebelumnya Rp 21,9 triliun pada APBN 2005," kata Juwono usai rapat mengenai peralatan TNI di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2005).Rapat dihadiri antara lain, Menteri Keuangan Jusuf Anwar, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kepala Bappenas Sri Mulyani.Menurut dia, rapat itu menyimpulkan untuk memperbaiki tata cara perencanaan pertahanan. Artinya harus ada kerjasama yang intensif antara Dephan dan Mebes TNI bersama-sama dengan Menkeu dan kepala Bappenas. "Kita mengkaji beberapa tata cara pembayaran alutsista baik dari dalam dan luar negeri. Terutama, dari luar negeri dicapai kesepakatan supaya harga alutsista yang kita beli harganya sebaik-baiknya dan semurah-murahnya," tutur Juwono.Dephan pun menyatakan siap diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas segala peralatan TNI yang dibelinya. "Sekarang ini Dephan sedang diaudit oleh BPK untuk penggunaan keuangan negara tahun 2004. Mengenai tahun ini saya belum tahu apakah BPK atau badan lain akan melakukan pemeriksaan. Dephan siap jika sewaktu-waktu KPK atau PBK mengadakan audit atas semua pembelian yang dilakukan dalam satu tahun terakhir," papar dia.Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Endriartono Sutarto berharap anggaran tambahan dapat memenuhi kebutuhan dasar TNI. "Dengan adanya tambahan anggaran TNI melalui APBN-P, yang diutamakan basic dulu seperti prajurit harus lengkap punya sepatu, seragam, topi atau helm.Baru setelah itu kita bicara alutsista yang lain," imbuhnya. (aan/)


Berita Terkait