Dilansir dari media lokal Jepang, The Mainichi, Selasa (13/2/2018), belut itu ditemukan di Kuil Mitarashi di Pulau Toshi, Prefektur Mie, pada 10 Februari 2018. Kolam tempat ditemukannya belut itu memiliki diameter sekitar 7 meter.
Penemuan belut ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga dan pengurus kuil. Kenapa bisa belut seberat 3,5 kg itu ditemukan di kolam kuil yang letaknya di atas bukit?
Menilik ke belakang, tepatnya tahun 2008, terjadi momen tak biasa lainnya di kuil itu. Saat itu para pekerja kuil menemukan sebuah pohon besar yang bentuknya diyakini mirip wajah seekor naga. Mereka kemudian mulai bersembahyang di pohon tersebut dan menyebutnya sebagai 'Dewa Naga'.
Ditemukannya 'naga' dan belut ini membuat para pekerja kuil semakin mempercayai tempat mereka bekerja dilindungi oleh dewa tanah dan langit.
"Kuil dilindungi oleh naga di langit dan belut di tanah," ujar pekerja kuil itu.
Asal belut raksasa yang ditemukan di kolam di atas bukit itu masih menjadi tanda tanya. Belut itu sempat ditangkap dan dikeluarkan dari kolam oleh para pekerja kuil, sebelum akhirnya dikembalikan lagi di dalam kolam.











































