Saat Tokoh Eks HTI Bicara soal Pilkada Damai

Saat Tokoh Eks HTI Bicara soal Pilkada Damai

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 13 Feb 2018 13:02 WIB
Saat Tokoh Eks HTI Bicara soal Pilkada Damai
Diskusi Pilkada Damai di Jakarta Selatan. (Dwi/detikcom)
Jakarta - Eks juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto optimistis suasana damai di Pilkada 2018 dapat terwujud. Syaratnya, pemimpin harus bisa menampung aspirasi dan reaksi dari masyarakat.

"Bahwa akan ada damai pilkada, saya percaya itu, tapi ada syaratnya," ujar Ismail dalam diskusi 'Peran Umat Islam dan Generasi Muda Muslim dalam Menyongsong Pilkada Damai 2018' di D Hotel, Jl Sultan Agung Nomor 9, Guntur, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Ismail mengatakan pilkada yang damai dapat terwujud melalui sikap seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin harus menerima aspirasi masyarakat dan tidak melakukan penindasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwa utamanya adalah yang memiliki kuasa itu memang bersikap betul-betul bersikap sebagai seorang pemimpin bagi seluruh rakyatnya bagi seluruh komponen, di mana ada aspirasi dan reaksi," kata Ismail.

Menurutnya, yang terjadi di Pilkada DKI 2017 lalu juga termasuk aspirasi, bukan memainkan isu SARA.

"Itu (isu SARA) aspirasi kok, itu bukan isu, itu aspirasi, orang Islam punya aspirasi gubernurnya orang Islam apa tidak boleh? Lalu kenapa itu (disebut) sebagai isu SARA? Mempermainkan SARA?" ujar Ismail.

Menurutnya, pilkada merupakan proses memilih pemimpin untuk kebaikan. Karena itu, diharapkan proses pemilihan ini dapat dilalui dengan damai.

"Pilkada itu kan proses memilih pemimpin demi kebaikan, jelas tidak boleh proses memilih pemimpin berakhir kekerasan, harus damai," kata Ismail. (idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads