"Bahwa akan ada damai pilkada, saya percaya itu, tapi ada syaratnya," ujar Ismail dalam diskusi 'Peran Umat Islam dan Generasi Muda Muslim dalam Menyongsong Pilkada Damai 2018' di D Hotel, Jl Sultan Agung Nomor 9, Guntur, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).
Ismail mengatakan pilkada yang damai dapat terwujud melalui sikap seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin harus menerima aspirasi masyarakat dan tidak melakukan penindasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, yang terjadi di Pilkada DKI 2017 lalu juga termasuk aspirasi, bukan memainkan isu SARA.
"Itu (isu SARA) aspirasi kok, itu bukan isu, itu aspirasi, orang Islam punya aspirasi gubernurnya orang Islam apa tidak boleh? Lalu kenapa itu (disebut) sebagai isu SARA? Mempermainkan SARA?" ujar Ismail.
Menurutnya, pilkada merupakan proses memilih pemimpin untuk kebaikan. Karena itu, diharapkan proses pemilihan ini dapat dilalui dengan damai.
"Pilkada itu kan proses memilih pemimpin demi kebaikan, jelas tidak boleh proses memilih pemimpin berakhir kekerasan, harus damai," kata Ismail. (idh/idh)











































