DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 11:04 WIB

Komisi III DPR Cecar KPK soal Indeks Persepsi Korupsi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Komisi III DPR Cecar KPK soal Indeks Persepsi Korupsi Foto: Gibran/detikcom
Jakarta - Komisi III DPR RI melanjutkan rapat dengar pendapat bersama KPK setelah kemarin sempat diskors. Begitu skors rapat dicabut, Komisi III DPR langsung mencecar KPK.

Rapat digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2018). Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPR Kahar Muzakir. Kahar lalu membuka rapat.

"Ini baru sedikit. Karena skors, jadi tidak perlu kuorum lagi ya, Pak," ujar Kahar.


Kahar lalu mempersilakan para anggota Komisi III untuk menyampaikan pertanyaan atau masukan ke KPK. Anggota Komisi III F-PDIP Masinton Pasaribu langsung mencecar KPK dengan pertanyaan soal Indeks Persepsi Korupsi (IPK).

"IPK. Kita benar mengalami peningkatan satu poin, namun secara peringkat kita turun dari 88 ke 90. Apalagi ketika Hari Antikorupsi, Pak Ketua bilang IPK kita naik satu digit jadi 3,7, kita di ASEAN peringkat 3. Aslinya 4, masih ada Brunei. Nggak tahu deh kalau Brunei sudah jadi distrik atau gimana," cecar Masinton.


Selain Masinton, anggota Komisi III DPR F-PAN Muslim Ayub turut mencecar KPK. Dia menyinggung pernyataan pimpinan KPK soal UU MD3.

"Isu mengenai Hak Imunitas didapatkan DPR. Saya baca di detik, komentar dari salah salah satu pimpinan KPK, hak imunitas menyalahi konstitusional. Kita melihat dan harus membaca 245 A DPR punya fungsi legislasi pengawasan anggaran," sebut dia.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed