detikNews
Senin 12 Februari 2018, 16:19 WIB

Bawaslu Susun Pedoman Materi Khotbah, Golkar Tak Setuju

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Bawaslu Susun Pedoman Materi Khotbah, Golkar Tak Setuju Korbid Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah menyusun pedoman materi khotbah untuk menghindari ceramah yang menjurus ke ranah politik ataupun kebencian SARA. Korbid Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid tidak setuju wacana tersebut.

"Yang diatur harusnya jangan materi khotbah. Yang diatur adalah harusnya tentang model kampanye ataupun menggunakan instrumen mesjid, tempat ibadah, dan acara ibadah untuk kepentingan politik atau kepentingan pemilu," kata Nusron di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Nusron menilai, jika yang diatur adalah materi khotbahnya maka dia khawatir para khatib mempersepsikan pihaknya dianggap sebagai pihak yang tak tahu soal tata cara khotbah, padahal pihaknya sendirilah yang sehari-hari berkhotbah.

"Karena kalau yang diatur itu (materi khutbah), khatibnya itu menganggap khatibnya nggak ngerti persoalan, padahal, tidak seperti itu," ujarnya.

"Jadi yang diatur adalah aturan tentang tidak boleh ada konten dan materi yang berkaitan dengan kampanye di tempat ibadah. Yang menggunakan metode ataupun instrumen khotbah, itu saja," imbuhnya.

Sebelumnya, Bawaslu membuat aturan tersebut dibuat agar menjadi referensi tokoh agama dalam menyampaikan semangat pencegahan pelanggaran Pemilu.

"Bukan sesuatu yang diwajibkan, tetapi menjadi referensi untuk mengajak tokoh agama menyampaikan semangat pencegahan pelanggaran dalam pemilu. Ini bagian dari sosialisasi, bukan kita mau ngawasi khotbah," kata anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).


(yas/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed