DetikNews
Senin 12 Februari 2018, 13:26 WIB

Polri Tembak Mati WN Malaysia Bandar 240 Kg Sabu di Mesin Cuci

Mei Amelia R - detikNews
Polri Tembak Mati WN Malaysia Bandar 240 Kg Sabu di Mesin Cuci Foto: Tim gabungan Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 240 kg sabu dan 30 ribu ekstasi. Fotografer: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Tim gabungan Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan 240 Kg sabu dan 30 ribu ekstasi. Barang haram tersebut diselundupkan di dalam mesin cuci.

"Tim sudah beberapa bulan melakukan penyelidikan di lapangan, sekaligus kerja sama dengan counter part kami kepolisian Malaysia juga dari Bea-Cukai dan lain-lain sehingga tim ini berhasil pada tanggal 8 Februari melakukan upaya paksa penindakan di Dadap, Tangerang," jelas Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Dalam kasus ini, tim menangkap tersangka Joni alias Marvin Tandiono berikut 12 mesin cuci yang digunakan untuk menyimpan 228 plastik berisi sabu dan 6 plastik berisi ekstasi. Barang bukti tersebut disita polisi di Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gedung E12 Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang pada tanggal 8 Februari 2018 lalu.

"Jaringan ini juga juga mengedarkan ekstasi. Modusnya relatif baru karena menggunakan mesin cuci, biasanya gunakan tas. Dulu pernah kami ungkap dengan modus piston sehingga tidak terdeteksi," kata Tito.

Dari penangkapan Joni ini, malam harinya tim menangkap tersangka Andu alias Aket. Dari hasil keterangan Andi, tim menangkap tersangka Lim Toh Hing alias Onglay alias Mono, WN Malaysia, di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 9 Februari 2018.

"Sabtu, tanggal 10 Februari lalu, tersangka Lim Toh Hing ini waktu dikembangkan berusaha kabur, melawan maka ditindak tegas dan tewas dengan tembakan dalam perjalanan menuju ke rumah sakit," sambungnya.

Tito mengatakan Lim adalah pelaku utama jaringan ini. "Yang dibantu seorang tersangka yang masih menjadi narapidana di Lapas di Jakarta, namanya Indrawan alias Alun," ujarnya.

Tito menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas kepada bandar narkotika. "Apalagi jaringan besar apalagi kalau dari luar negeri yang bermain-main di Indonesia," ucapnya.

Para tersangka ini merupakan satu jaringan dengan jaringan yang pernah mengirimkan 2 Kg sabu dan diungkap Polres Metro Jakarta Utara pada 2 Januari 2018 lalu. Dari para tersangka, polisi juga saat itu menyita uang Rp 2,7 miliar, 2 unit mobil dan 8 buah mesin cuci.

[Gambas:Video 20detik]


(mei/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed