Salah seorang sopir angkot, Agung Nugroho (47), mengatakan demo digelar pada pukul 09.30-11.30 WIB. Ada dua tuntutan setidaknya yang disampaikan oleh para sopir angkot itu.
"Mobil (TransJ) kebanyakan, yang Kampung Melayu-Tanah Abang," kata Agung saat ditemui di Jalan KH Abdullah Syafei, Tebet, Jaksel (12/2/2018).
Selain itu, menurut Agung, para sopir angkot mengeluhkan TransJ koridor tersebut karena menaik-turunkan penumpang sembarangan. Dua hal itu, kata Agung, menyebabkan para sopir melakukan aksi.
"Menurunkan pendapatan, penghasilan," ujar Agung.
Secara terpisah, Kasudin Perhubungan Christianto menerangkan lima orang dari perwakilan sopir angkot tersebut telah dibawa ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Mediasi dilakukan untuk mencari solusi terbaik bagi para sopir tersebut.
"Sudah bubar, mereka diarahkan ke Dinas. Dia lima orang diarahkan ke Dinas, kalau lama-lama malah ganggu jalan," kata Christianto.
Saat ini lalu lintas telah kembali normal. Para sopir angkot pun mulai beraktivitas lagi.
"(Ya sudah bubar). Kalau kita diemin aja, (nanti demo) sampai sore," terang Christianto. (knv/idh)











































