Anies Ingin Dialog Langsung dengan Masyarakat soal Codetan Ciliwung

Anies Ingin Dialog Langsung dengan Masyarakat soal Codetan Ciliwung

Indra Komara - detikNews
Minggu, 11 Feb 2018 15:38 WIB
Anies Ingin Dialog Langsung dengan Masyarakat soal Codetan Ciliwung
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Tumpukan sampah kayu terlihat di pintu air Manggarai)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau berbicara soal proyek sodetan Sungai Ciliwung. Anies ingin langsung berdialog dengan warga agar tidak terjadi simpang siur informasi.

"Saya tidak akan berkomunikasi dengan warga lewat media, kenapa? Saya ingin menghormati warga. Biarkan warga mendengar rencana kita langsung dari kami bukan dengan baca dari media," kata Anies di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018).

"Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada teman-teman tapi ini kepatutannya, sehingga warga pun tidak simpang siur baca dari a baca dari b," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek sodetan Kali Ciliwung terhambat karena lahan di Bidara Cina ditempati warga. Warga setuju proyek lanjut, namun dengan syarat. Syarat itu adalah kompensasi yang layak untuk warga, termasuk tempat tinggal pengganti yang layak.

Dalam hal ini, Anies mengaku sudah berkomunikasi dengan warga. Dia ingin program pengelolaan air limpahan dari hulu ini berjalan dengan baik.

"Warga sudah datang ketemu saya dengan tokoh-tokoh masyarakatnya dengan penasihat hukumnya tapi ini demi kebaikan bersama tuntaskan semua pembicaraan sampai sudah selesai baru nanti. Sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran. Semata-mata untuk kebaikan warga agar program berjalan dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI ingin mempercepat proyek tersebut dan mencari format relokasi warga. Sandi menjelaskan tengah mencari format agar warga dapat meninggalkan lahan milik Pemprov DKI tersebut.

Relokasi warga dari bantaran Sungai Ciliwung, kata dia, penting bagi kepentingan warga Jakarta lainnya.

"Kita ingin mencari sebuah format bagaimana masyarakat bisa setuju untuk merelakan tanahnya. Untuk fasilitas yang akan dinikmati seluruh publik Jakarta," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018). (idn/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads