"Saya tidak akan berkomunikasi dengan warga lewat media, kenapa? Saya ingin menghormati warga. Biarkan warga mendengar rencana kita langsung dari kami bukan dengan baca dari media," kata Anies di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018).
"Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada teman-teman tapi ini kepatutannya, sehingga warga pun tidak simpang siur baca dari a baca dari b," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal ini, Anies mengaku sudah berkomunikasi dengan warga. Dia ingin program pengelolaan air limpahan dari hulu ini berjalan dengan baik.
"Warga sudah datang ketemu saya dengan tokoh-tokoh masyarakatnya dengan penasihat hukumnya tapi ini demi kebaikan bersama tuntaskan semua pembicaraan sampai sudah selesai baru nanti. Sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran. Semata-mata untuk kebaikan warga agar program berjalan dengan baik," tuturnya.
Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI ingin mempercepat proyek tersebut dan mencari format relokasi warga. Sandi menjelaskan tengah mencari format agar warga dapat meninggalkan lahan milik Pemprov DKI tersebut.
Relokasi warga dari bantaran Sungai Ciliwung, kata dia, penting bagi kepentingan warga Jakarta lainnya.
"Kita ingin mencari sebuah format bagaimana masyarakat bisa setuju untuk merelakan tanahnya. Untuk fasilitas yang akan dinikmati seluruh publik Jakarta," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018). (idn/idh)











































