Pemerintah Kucurkan Dana Rp 83,5 M Atasi Busung Lapar
Selasa, 21 Jun 2005 18:19 WIB
Jakarta -
Busung lapar yang dialami balita di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyedot perhatian pemerintah. Dana segar pun dialoksikan sebesar Rp 37,508 miliar untuk NTB dan Rp 46 miliar untuk NTT. Total jenderal Rp 83,508 miliar.Hal ini disampaikan Menko Kesra Alwi Shihab usai rapat terbatas tentang penanggulangan keadaan luar biasa di NTT-NTB di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2005).Rapat dihadiri Menteri Kehutanan MS Kaban, Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Kepala Bappenas Sri Mulyani serta Menteri Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali.Program jangka pendek yang akan dilakukan di NTT dan NTB yaitu revitalisasi Posyandu dan pemberian makanan tambahan. "Dana yang disepakati sebesar Rp 37,508 miliar untuk Nusa tenggara Barat (NTB) dan Rp 46 miliar untuk Nusa Tenggara Timur (NTT)," ungkap Alwi.Dana diperoleh dari kantong pemerintah pusat, Pemprov NTT dan NTB, pemerintah kabupaten serta donatur. "Realisasinya paling lama awal pekan depan," kata Alwi. Program jangka menengah, lanjutnya, akan ditanam 6 sampai 8 juta bibit jambu mete di NTT dan NTB. Program ini akan dipimpin Menteri Pertanian Anton Apriantono yang akan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto dan Menteri Kehutanan MS Kaban."Realisasiya akan dilakukan setelah hasil rapat yang akan dilakukan Sabtu minggu ke depan," ujarnya.Ketika ditanya mengenai bantuan dana bagi penderita busung lapar di daerah lain, Alwi menjawab cukup dengan menjalankan instruksi Presiden SBY, yakni menggalakkan Posyandu dan memberikan makanan tambahan."Daerah lain tidak diperlukan dana. Cukup dengan program yang diinstruksikan presiden. Kalau di NTT dan NTB instruksi program tanpa dana, repot," jawabnya.Dalam kesempatan itu, Alwi mengimbau perbankan nasional untuk membantu program pemerintah. "Seperti waktu saya ke NTT, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah menyatakan membantu program pemerintah. Kita harapkan pihak yang lain yang ingin memberikan bantuan," imbaunya.Targetkan 90 HariSelain dana segar, pemerintah akan memberikan bantuan berupa bibit jambu mete dan sapi. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Anton Apriantono menambahkan, untuk program jangka menengah akan ditambahkan 5.500 ekor sapi di NTT dan NTB. Bantuan itu berasal dari Menteri Koperasi dan UKM serta donatur."Kalau untuk program jangka pendek, pemerintah menargetkan waktu 90 hari. Sedangkan jangka menegah, lebih dari 90 hari karena menunggu persiapan sampai musim tanam, yaitu pada musim hujan," imbuhnya.
(aan/)










































