PLN Janjikan Jabar dan Banten Tidak Alami Byar-Pet
Selasa, 21 Jun 2005 17:39 WIB
Bandung -
Aliran listrik se-Jawa dan Bali terancam padam. Gara-garanya, pasokan BBM untuk pembangkit listrik Tenag Uap Grati Pasuruan terlambat. Namun, PLN Jawa Barat (Jabar) menjanjikan Jabar dan Banten tidak akan mengalami pemadaman alias byar-pet. Janji ini disampaikan Deputi General Manager Public Relation, PT PLN Distribusi Jabar dan Banten, Endro Yulianto saat ditemui di Gedung PT PLN Distribusi Jabar dan Banten, Jl. Cikapundung Barat, Bandung, Selasa (21/6/2005). Menurut Endro, Jabar dan Banten tidak akan mengalami pemadaman listrik, karena defisit listriknya kecil. Diperkirakan, angka defisit listrik tersebut hanya 50 Mega Watt.Terhadap defisit ini, PLN Distribusi Jabar dan Banten telah melakukan koordinasi dengan sejumlah industri besar yang haus akan kebutuhan listrik besar. Beberapa industri besar itu terdapat di Cilegon, Purwakarta, Bogor, Bekasi, Banten, Karawang dan Bandung. Industribesar tersebut telah diminta untuk mengurangi akan kebutuhan listriknya pada jam-jam tertentu."Jadi tidak ada masalah dan tidak akan terjadi pemadaman. Angka defisitnya memang masih fluktuatif," ungkap Endro. Menurut dia, defisit listrik paling besar akan terjadi pada tengah malam. Saat ini PT PLN Distibusi Jabar dan Banten menyediakan kebutuhan daya listriknya sebesar 13.885 Mega Watt untuk seluruh pelanggan Jabar Banten, yang mencapai 6,7 Juta pelanggan."Kita sudah buat prediksi skenario defisit listrik tengah malam nanti. Perkiraan pada angka 182 Megawatt. Industri sudah tahu, rumah tinggal tak usah khawatir," ungkapnya. Diperkirakan defisit 182 Mega Watt di Jabar dan Banten itu terjadi pada pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Benarkah janji PLN Jabar ini? Tampaknya janji itu perlu dibuktikan. Sebab, pada Senin (20/6/2005) malam, sebagian daerah di Depok dan Tangerang mengalami byar-pet.
(asy/)










































