DetikNews
Sabtu 10 Februari 2018, 06:32 WIB

BNPB: Sodetan Ciliwung Bisa Signifikan Kurangi Banjir

Aditya Mardiastuti - detikNews
BNPB: Sodetan Ciliwung Bisa Signifikan Kurangi Banjir Foto: Ujung Kanal Banjir Timur (Samsudduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung proyek sodetan Kali Ciliwung diteruskan. Proyek itu diyakini bisa mengurangi banjir secara signifikan.

"Tentu saya sangat mendukung sekali. Jadi di Manggarai dibuka sodetan menuju Banjir Kanal Timur (BKT) untuk membagi debit banjir dari Ciliwung ke BKT," Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi via telepon, Jumat (9/2/2018) malam.

Menurut Sutopo, jika proyek sodetan Ciliwung diteruskan, kanal banjir timur siap menampung aliran air saat banjir kiriman datang. Apalagi hingga saat ini BKT belum pernah meluap.

"Dengan adanya pengalihan debit banjir Ciliwung ke BKT, maka beban Banjir Kanal Barat (BKB) akan terkurangi sehingga dapat mengurangi banjir di wilayah Jakarta bagian baratnya," jelasnya.


Sutopo yakin adanya penyaluran air banjir ke kanal timur ini bisa mengurangi wilayah yang terdampak banjir yang selama ini berada di wilayah barat. Proyek sodetan ini diakuinya menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepungan banjir di Jakarta.

"Sangat signifikan karena selama ini kan selalu banjir karena debit dari bagian hulu dari Depok maupun Bogor meningkat. Besaran debit itu meningkat karena perubahan lahan di bagian hulu sementara sungainya mengalami sedimentasi dan penyempitan sehingga beban yang harus ditanggung pintu air Manggarai melebihi kemampuan kapasitasnya," urainya.

Dia kemudian mencontohkan jika tak disalurkan, Sutopo khawatir kejadian jebolnya tanggul Latuharhari pada 2013 bisa terulang.

"Dan kalau terjadi banjir ya dampaknya di wilayah Jakarta Pusat yang menuju Cengkareng Barat, seperti yang terjadi 2013 karena beban pintu air Manggarai besar, kemudian debit harus dikeluarkan yang menyebabkan jebolnya tanggul Latuharhari ya akhirnya merendam Bunderan HI. Kalau ada terowongan dari pintu Manggarai ke BKT tentu akan mengurangi beban banjir di BKB," jelas Sutopo.


Sutopo mengamini keberadaan Sodetan Kali Ciliwung dirasa sudah mendesak. Namun, dia menyadari untuk mewujudkan proyek Sodetan Kali Ciliwung membutuhkan pembebasan lahan.

"Solusinya bagaimana mempercepat terowongan kanal dari Manggarai menuju BKT bisa dituntaskan secepatnya, memang kendalanya pembebasan lahan. (Tapi) segera dinormalisasi, (proyek itu) kan baru sebagian di Kampung Melayu, di bagian atasnya masih banyak yang belum selesai, jadi harus segera lanjut," pesan Sutopo.


Meski begitu, jika memang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat untuk membenahi Jakarta, dia berharap ada sinergi dengan pemerintah daerah terkait. Proyek Sodetan Ciliwung menurutnya hanya langkah kecil mengurai banjir di Jakarta.

"Tapi kalau mau membenahi Jakarta semuanya, harus komprehensif hilir, hulu, tengah. Sodetan itu bagian kecil untuk mengatasi banjir di Jakarta. (karena) itu baru bicara Sungai Ciliwung, sungai lainnya juga punya masalah seperti Angke, Pesanggrahan, Krukut, Sunter, belum selesai semua," ucapnya.


(ams/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed