DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 21:05 WIB

Eks Wakil Walkot Paris Cerita ke Sandi soal Banjir dan Air Minum

Mochamad Zhacky - detikNews
Eks Wakil Walkot Paris Cerita ke Sandi soal Banjir dan Air Minum Sandiaga Uno (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bertemu dengan mantan Wakil Wali Kota Paris Anne Le Start di Balai Kota. Anne menceritakan berbagi pengalaman kepada Sandiaga tentang pengelolaan air dan banjir di Paris.

"Seperti kita ketahui, privatisasi yang terjadi di DKI dan di beberapa kota di dunia itu dilakukan dengan konsep yang disebut Paris Model atau France Model bahwa mereka mendorong pengelolaan air minum dikerjakan oleh pihak swasta atau private sector," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Untuk mencegah privatisasi air mulai 2009, Pemerintah Kota Paris menerapkan kebijakan remunisipalisasi atau pengembalian pengelolaan air bersih ke pemerintah atau warga.. Apa yang diterapkan oleh Pemkot Paris juga mulai berlaku di Jakarta setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan keputusan Nomor 31 K/Pdt/2017.

"Tapi Prancis sendiri yang juga di tahun 2009 ke atas melakukan remunisipalisasi, itu adalah reformasi di bidang tata air. Di mana pemerintah ambil kembali. Seperti yang kita ketahui keputusan dari MA mendalilkan bahwa kita harus mengelola air minum di DKI dan harus lakukan restrukturisasi," papar Sandiaga.

Sandiaga menuturkan program yang dilakukan Pemkot Paris merupakan pelajaran berharga bagi Pemprov DKI. Sebab, mereka berhasil mengembalikan hak warga, khususnya yang berpendapatan rendah.

"Kita bisa belajar dari Kota Paris yang dalam proses reformasinya bisa meningkatkan air minum dan air bersih kepada seluruh warga Kota Paris dan juga menurunkan biaya air minum, khususnya bagi warga yang berpenghasilan menengah ke bawah," terang Sandiaga.

Pemkot Paris pun punya cara khusus untuk meminimalkan potensi banjir. Kata Sandiaga, pemerintah setempat melakukan upaya agar air masuk ke bumi.

Namun cara yang dilakukan Pemkot Paris tidak berjalan maksimal. Sebab, Kota Paris tetap tidak bisa lepas dari banjir. Meski demikian, Sandi tetap mengambil sisi positif dari apa yang diceritakan Anne.

"Kalau (mengatasi banjir), di Paris sendiri mereka menggunakan off air di bawah. Jadi air dimasukkan ke dalam bumi lagi menjadi sebuah reseptor di bawah tanah. Nah ini yang beliau sharing. Dan walaupun sudah dilakukan begitu, Paris masih juga rentan (banjir)."

"Jadi ini adalah salah satu catatan yang tadi kita catat. Kebetulan Pak Teguh, Kadis Sumber Daya Air, hadir untuk belajar dari pengalaman Kota Paris tangani permasalahan banjir," ujar Sandiaga.
(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed