DetikNews
Jumat 09 Februari 2018, 20:58 WIB

Periksa 2 Dokter RS Medika, KPK Dalami Prosedur Sewa Kamar Pasien

Faiq Hidayat - detikNews
Periksa 2 Dokter RS Medika, KPK Dalami Prosedur Sewa Kamar Pasien Gedung baru KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK memeriksa Direktur RS Medika Permata Hijau dr Hafil Budianto Abdulgani dan dokter RS Medika Permata Hijau Nadia Husein Hamedan sebagai saksi kasus hilangnya Setya Novanto. KPK menggali prosedur medis dalam memesan kamar pasien.

"Untuk 2 dokter, untuk kebutuhan memastikan menajamkan bukti-bukti yang kita miliki sebelumnya untuk tersangka BST (Bimanesh Sutardjo). Untuk tersangka BST (Bimanesh Sutardjo) kami masih perlu mempertajam beberapa prosedur medis yang dilakukan misalnya, terkait dengan ketika ada pasien yang akan gunakan rawat inap. Apakah dimungkinkan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu dan langsung pesan kamar, itu yang kita gali," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Soal informasi adanya ancaman terhadap Hafil Budianto setelah diperiksa KPK, Febri mengaku belum tahu. Namun, jika mendapat ancaman, saksi bisa berkoordinasi dengan KPK.

"Tapi saya kira pada semua pihak kita perlu ingatkan ancaman-ancaman itu dan intimidasi-intimidasi, kalau memang ada yang dilakukan kepada saksi atau pihak lain memiliki risiko pidana. Kalau ada pihak yang merasa terancam bisa berkoordinasi dengan KPK juga. Tapi saya juga belum dapat kepastiannya apakah memang ada ancaman atau potensi ancaman," katanya.

Menurut dia, saksi tidak usah khawatir jika mendapat ancaman karena KPK serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sudah diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Dalam UU tersebut tertuang pasal 15 yang berbunyi KPK berkewajiban memberikan perlindungan terhadap saksi atau pelapor yang menyampaikan laporan ataupun memberikan keterangan mengenai terjadinya tindak pidana korupsi.

"Saya kira tidak perlu khawatir ada UU LPSK dan KPK di UU Nomor 30 Tahun 2002 diwajibkan beri perlindungan saksi meskipun kita lihat ancamannya. Apakah ancaman tersebut perlu diberi perlindungan tentu itu perlu dipertimbangkan dulu," jelas Febri.

Dalam kasus ini, dr Hafil Budianto Abdulgani menolak Fredrich Yunadi dan dr Bimanesh Sutarjo agar Setya Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata Hijau tanpa menjalani pemeriksaan terlebih dulu di IGD.

Bimanesh awalnya diminta Fredrich membantunya agar Novanto dapat dirawat di rumah sakit itu. Bimanesh pun melancarkan aksinya dengan menghubungi dr Alia selaku Plt Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau.

Kemudian, dr Alia menghubungi dr Hafil Budianto Abdulgani selaku Direktur RS Medika Permata Hijau dan dr Michael Chia Cahaya selaku dokter jaga di IGD. Namun Hafil meminta proses rawat inap Novanto dilakukan sesuai prosedur, yaitu melalui IGD.

"Dokter Hafil Abdulgani mengatakan agar tetap sesuai prosedur yang ada, yaitu melalui Instalasi Gawat Darurat terlebih dulu," kata jaksa KPK ketika membacakan surat dakwaan Fredrich dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis (8/2).
(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed