Minta Pertemuan Helsinki Distop
Wapres Tegur Gubernur Lemhannas
Selasa, 21 Jun 2005 16:00 WIB
Jakarta - Permintaan Lemhannas agar perundingan dengan GAM di Helsinki dihentikan membuat pemerintah geram. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla pun turun tangan menegur Gubernur Lemhannas Ermaya Suradinata.Menurut Ermaya, Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla merasa terganggu dengan penyataannya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senin (20/6/2005). Dalam rapat itu, Ermaya merekomendasikan agar pemerintah meninjau lagi perundingan dengan GAM di Helsinki. Pasalnya, perundingan itu dinilai sudah keluar dari substansi adn justru memperkuat posisi politik GAM di mata dunia. "Saya dipanggil Wapres. Beliau membaca di internet dan koran... harusnya Lemhannas sejalan dengan pemerintah," ujar Ermaya di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2005). Ermaya menilai pernyataannya kurang tepat dan telah mengganggu perundingan. "Karena bagaimanapun juga presiden atasan saya. Saya harus memberikan loyalitas yang tinggi pada negara. Ya jelas pernyataan saya mengganggu perundingan. Karenanya perundingan harus jalan terus," ungkap dia.Lebih lajut, Ermaya menyatakan dirinya tidak bermaksud menentang presiden dan wapres. "Saya pikir ini suatu proses pendewasaan bagi diri saya. Bagaimanapun juga perundingan di Helsinki harus terus berjalan. Apa yang saya sampaikan adalah jawaban yang dibuat tim Lemhannas. Tetapi tanggung jawab pada diri saya. Bukan Lemhannas yang salah," tandasnya.Meski kena ditegur, Ermaya menolak mencabut rekomendasi itu. "Pertemuan belum merupakan hasil akhir tidak berarti harus mencabut terhadap hasil rekomendasi ini. Kalau untuk mengkaji secara kritis tetap. Tetapi tentu saja harus lebih hati-hati," imbuhnya.Sebelumnya, pada pukul 10.30 WIB, Tim Perunding Indonesia melakukan rapat khusus membahas perundingan Helsinki. Rapat itu mempertegas kepergian tim perunding ke Helsinki pada Juli nanti untuk kembali bernegosiasi dengan GAM.
(aan/)











































