91 Prajurit Paskhas Lakukan Terjun Payung di Langit Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 09 Feb 2018 13:21 WIB
Aceh - Sebanyak 91 prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara melakukan terjun payung statik dan freefall di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM). Beberapa penerjun mendarat di depan ratusan anak TK, yang ikut menyaksikan dari dekat.

Pesawat Hercules A-1326, yang berangkat dari Skadron 31 Halim Perdanakusuma, Jakarta, mengangkut 91 prajurit terjun payung, Jumat (9/2/2018). Pada run pertama, pesawat terbang pada ketinggian 1.200 kaki. Saat itu, 30 prajurit keluar dari pintu kanan dan kiri untuk melakukan terjun statik.

Setelah prajurit penerbang run pertama habis keluar, pesawat melanjutkan perjalanan dan kemudian berputar di atas Lanud SIM di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. Pada run kedua, sebanyak 31 prajurit melakukan terjun statik. Mereka keluar dari pintu kiri dan kanan. Ketinggiannya masih sama.

Para prajurit terjun statik ini mendarat di tempat yang telah ditentukan tak jauh dari runway. Beberapa prajurit menunggu di sana. Setelah itu, giliran prajurit terjun freefall beraksi. Pesawat sempat berputar dua kali di atas ketinggian 10 ribu kaki.
91 Prajurit Paskhas Aksi Terjun Payung di Langit Aceh

Para penerjun melakukan aksinya dalam dua ronde. Pada run pertama, 15 penerjun keluar dari pesawat dan sempat beraksi di udara selama beberapa saat. Sejumlah penerjun memilih mendarat di depan anak-anak TK yang berbaris rapi di depan Lanud.

Kepala Dinas Operasi Lanud SIM Letkol Pas Khairul Arifin mengatakan terjun payung statik dan freefall ini digelar sebagai latihan penyegaran bagi para prajurit penerjun. Kegiatan ini digelar di beberapa pangkalan udara yang terdapat Paskhas.

"Di mana ada Paskhas, maka dilakukan penerjunan. Setelah selesai latihan ini, pesawat langsung kembali ke Halim Perdanakusuma," kata Arifin kepada wartawan di lokasi.

Seusai terjun payung, anak-anak dan sejumlah warga ini diperbolehkan masuk ke pesawat. Mereka terlihat ceria dan tak sedikit yang berfoto di dalam burung besi tersebut. 'Pameran dadakan' ini digelar beberapa jam saja.

"Ini juga untuk memperkenalkan dunia kedirgantaraan kepada anak-anak," ungkap Arifin. (asp/asp)