Saat Jokowi Mendadak Jadi Wartawan, Mencecar 'Presiden'

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 09 Feb 2018 11:55 WIB
Foto: Jokowi di Hari Pers Nasional
Padang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak jadi wartawan dalam acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat. Jokowi mencecar 'Presiden'.

Hal itu terjadi saat Jokowi memberikan sambutan acara peringatan HPN 2018 di Danau Cimpago, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018). Jokowi meminta seorang wartawanuntuk maju ke panggung berdiri dengannya.

Beberapa wartawan mengangkat tangan untuk maju. Jokowi memilih salah satunya.

"Saya panggil junior, yang datang senior," kata Jokowi melihat seorang wartawan maju.

"Ya sudah, silakan kenalkan nama," sambung Jokowi.

Pria tersebut memperkenalkan diri. "Nama saya Yusrinur Raja Agam, wartawan di Surabaya 40 tahun," katanya.

Jokowi kemudian meminta Yusrinur bermain peran. Yusrinur diminta menjadi Presiden RI sesaat saja menggantikan dirinya. Sementara Jokowi menjadi wartawan.

"Saya minta Pak Yusri jadi Presiden, saya yang jadi wartawan. Saya yang tanya. Mumpung Hari Pers," katanya.

"Baik. Saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan?" kata Yusrinur disambut tawa Jokowi dan tepuk tangan hadirin.

"Ini sudah pas ini," kata Jokowi.

Jokowi kemudian bertanya. Dari 34 menteri, siapa menteri yang dianggap paling penting oleh 'Presiden' Yusrinur?

Mendengar ini, Yusrinur terdiam sesaat. Sebagian hadirin bersorak dan tepuk tangan.

"Sebenarnya semua penting. Tapi yang paling penting adalah menteri yang bisa membuat Presiden nyaman," jawa Yusrinur.

Jokowi tak puas dengan jawaban Yusrinur. Menurutnya terlalu politis.

"Politis sekali ini. To the point saja pak, bapak banyak muter-muter gitu. Muter-muter terus, saya belum bisa nangkap," kata Jokowi.

"Baik, menteri yang urusi wartawan," sambung Yusrinur.

Jokowi penasaran dengan siapa menteri yang dimaksud 'presiden' sesaat tersebut. "Menteri apa itu?" tanyanya.

"Kalau sekarang namanya Menkominfo," kata Yusrinur.

Yusrinur lantas menjelaskan alasan kenapa dia menganggap Menkominfo penting. "Supaya semua mendapat informasi, dari kota sampai desa," kata Yusrinur.

Jokowi masih belum puas. Dia melancarkan pertanyaan dengan tema lain. Jokowi menanyakan, media apa yang sering bikin jengkel.

"Blak-blakan saja. Saya sering sekali kadang sebel, kadang jengkel dibuatnya. Media apa yang paling menyebalkan? Yang bapak sering jengkel. Jawab blak-blakan ya," tanya Jokowi.

"Media abal-abal," jawab Yusrinur.

"Nggak ada media abal-abak. Resmi semua. Sampaikan saja, entah TV, cetak, online," imbuh Jokowi.

Spontan Yusrimur menyebut salah satu nama media cetak. Hadirin pun terbahak.

Jokowi pun tertawa lepas. Atas jawaban 'Presiden RI' sesaat ini, Jokowi menghadiahkan Yusrinur sepeda.

"Saya senang sekali loh yang Pak Yusri tadi, blak-blakan sekali. Langsung to the point, Rakyat Merdeka," kata Jokowi. (jor/fjp)