"Saya sendiri tak setuju ada mahar politik karena ini menimbulkan persoalan, akan menyedot energi yang besar bagi kader Golkar. Mungkin kalau perlu ada perundangan yang mengharamkan," ujar Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono di kediamannya, Jalan Cipinang Cempedak 2 Nomor 23, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/2/2018).
Terkait status Nyono, Golkar disebut Agung memilih menyerahkannya kepada hukum yang berlaku. Golkar, di era Airlangga yang mengusung tagline 'Golkar Bersih', disebut Agung tak akan memberi toleransi bagi kader yang korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini langkah sesuai tagline Golkar sekarang ingin bersih, tidak dipersoalkan lagi. Siapapun kader Golkar korupsi dan terbukti, maka dia harus menanggung risiko dikeluarkan partai," tegas dia. (gbr/rvk)