DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 21:58 WIB

Novanto Akui Ada Aliran Duit dari Andi Narogong ke Komisi II DPR

Faiq Hidayat - detikNews
Novanto Akui Ada Aliran Duit dari Andi Narogong ke Komisi II DPR Setya Novanto dan pengacaranya, Maqdir Ismail (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Novanto Dieksekusi
Jakarta - Setya Novanto akhirnya mengakui adanya aliran uang terkait proyek e-KTP ke Komisi II dan Banggar DPR. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu menyebut informasi tersebut didapat dari (alm) Mustokoweni, yang saat itu merupakan anggota Komisi II DPR.

"Pertama, ini pernah almarhum Mustokoweni dan Ignatius Mulyono itu, pada saat ketemu saya telah menyampaikan dana uang dari Andi untuk dibagikan kepada Komisi II dan Banggar DPR dari Mustokoweni, dan disebut nama Pak Ganjar. Yang kedua, Bu Miryam juga menyampaikan hal yang sama," ucap Novanto ketika memberikan tanggapan atas kesaksian Ganjar dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Seusai persidangan, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyebut Novanto akan mengungkap keterlibatan anggota Komisi II DPR terkait proyek e-KTP. Novanto akan mengungkap hal itu saat pemeriksaan terdakwa.

"Saya kira nanti kita lihat dua minggu lalu kalau saya nggak keliru di persidangan ini dalam menjawab atau nyatakan atau tanggapi keterangan dari Andi Agustinus. Pak Novanto katakan dia akan ungkap yang dia ketahui ketika dia diperiksa sebagai terdakwa dengar saja nanti," ucap Maqdir.

[Gambas:Video 20detik]


Maqdir kemudian menyinggung tentang Ganjar Pranowo yang dihadirkan sebagai saksi. Menurut Maqdir, Novanto mendapatkan informasi bahwa Ganjar menerima USD 500 ribu, tapi Ganjar membantahnya.

"Tadi kan Pak Novanto itu minta konfirmasi kepada Pak Ganjar karena ada beberapa orang yang mengatakan pada Pak Nov bahwa Pak Ganjar terima seperti itu," sebut Maqdir.

Dalam persidangan, Ganjar mengaku tidak pernah menerima aliran uang apa pun. Menurut Ganjar, Miryam S Haryani (anggota Komisi II DPR lainnya yang juga telah dijerat KPK) pun pernah dikonfrontasi dengannya saat pemeriksaan di KPK dan menyatakan tidak ada uang kepadanya.

"Pertama, Bu Mustokoweni pernah menjanjikan kepada saya mau memberikan langsung dan saya tolak, sehingga publik meski tahu sikap menolak saya. Ketika Bu Miryam pun, menurut Pak Novanto, juga memberikan kepada saya, di depan Pak Novel (Novel Baswedan/penyidik KPK), dia (Miryam) menolak tidak pernah memberikan kepada saya," kata Ganjar.

[Gambas:Video 20detik]


Bahkan, menurut Ganjar, Andi pun tidak pernah mengaku memberikan uang kepadanya. Pemberian uang dari Andi di ruang Mustokoweni juga disebutnya tidak benar.

"Andi Narogong kesaksian saya lihat pernah menyampaikan tidak pernah memberikan kepada saya. Bahkan penasihat hukum Irman menanyakan kepada saya, katanya Andi Narogong yang memberikan di tempat Bu Mustokoweni, dan Bu Mustokoweni sudah meninggal dunia. Saya menyampaikan disampaikan Pak Novanto tidak benar," ucap Ganjar.
(fai/dhn)
FOKUS BERITA: Novanto Dieksekusi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed