DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 17:58 WIB

Mahasiswa Galang Donasi untuk Pak Deden Penjual Tisu yang Viral

Zunita Amalia Putri - detikNews
Mahasiswa Galang Donasi untuk Pak Deden Penjual Tisu yang Viral Pak Deden penjual tisu. (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Depok - Kisah Pak Deden, penderita Bell's Palsy yang berjualan tisu, jadi viral setelah diunggah seorang mahasiswa. Mahasiswa bernama Fahmi Wahyu Kurniansyah (21) itu juga membuka penggalangan dana untuk Pak Deden.

Fahmi mengunggah foto Pak Deden karena merasa iba dan melihat Pak Deden seperti orang yang butuh pertolongan masyarakat. Dia pun memutuskan membuka donasi setelah mengetahui respons positif netizen di media sosial.

"Jadi ceritanya saya ketemu di JPO di depan Kampus D Universitas Gunadarma. Di situ saya nemuin hal yang kayaknya tuh nggak biasa seorang penjual tisu memegang atau mengenakan sebuah tulisan. Alhasil, saya kepo dengan tulisan tersebut. Setelah saya baca kok ini kayaknya ada masalah medis pada penjual tisu (Pak Deden)," kata Fahmi saat dihubungi detikcom, Kamis (8/2/2018).


Pak Deden penjual tisu / Pak Deden penjual tisu. (Zunita Amalia Putri/detikcom)


Setelah mendapat respons positif dari netizen, Fahmi pun menggalang dana guna mengobati penyakit Pak Deden di laman kitabisa. Open donasi saat ini telah mencapai Rp 30 juta.

"Sebelum saya open donasi, saya lihat dulu responsnya gimana, viral atau nggak, ternyata alhamdulillah viral dan itu langsung dimanfaatkan untuk donasi," ujar mahasiswa Universitas Gunadarma itu.

"Saya mulai (open donasi) kurang-lebih jam 22.00 WIB kemarin. Belum genap 24 jam, sekarang alhamdulillah sudah mendekati angka Rp 30 juta," tambah dia.



Teman-teman Fahmi siang tadi menemui Pak Deden di JPO UI. Dia dan teman-temannya berencana membawa Pak Deden kontrol ke dokter ahli saraf untuk memeriksakan penyakit Bell's Palsy yang diderita Pak Deden.

"Iya rencananya jam 19.00 WIB itu saya mau bawa ke satu dokter yang buka klinik, tapi juga dinas di rumah sakit juga," ucap Fahmi.

Pak Deden penjual tisu / Pak Deden penjual tisu. (Zunita Amalia Putri/detikcom)


Setelah Pak Deden sembuh, Fahmi berencana membawa Pak Deden ke panti jompo agar mendapatkan tempat yang layak. Panti jompo jadi pilihan karena Pak Deden sudah sebatang kara.

"Soalnya dari info yang saya dapat itu Pak Deden nggak memiliki keluarga satu pun. Dia hidup sebatang kara, dia hanya ingat kampung halamannya saja dan itu juga cuma kotanya saja, yaitu Garut. Kalau ditanya spesifiknya, dia lupa atau nggak tahu," ujarnya.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed