DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 17:41 WIB

Tegaskan Tak Terima Uang e-KTP, Ganjar: Ngarangnya Kebangetan

Rina Atriana - detikNews
Tegaskan Tak Terima Uang e-KTP, Ganjar: Ngarangnya Kebangetan Ganjar Pranowo (Foto: Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Novanto Dieksekusi
Jakarta - Ganjar Pranowo kembali menegaskan tak ada aliran uang terkait proyek e-KTP yang masuk ke kantongnya. Ganjar pun merasa pembelaannya didukung fakta yang ada.

"Saya memang tidak terima dan di persidangan dibuktikan. Emangnya Andi (Narogong) kasih saya? Kalau nggak salah TV apa ya yang waktu itu disiarkan, Andi menyebutkan bahkan sebut nama langsung, 'saya tidak pernah kasih ke Ganjar'," kata Ganjar usai bersaksi dalam sidang perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

"Ini cara saya buktikan pada publik apa yang disampaikan. Kalau itu masih diulang lagi Bu Mustokoweni ngasih, wong Bu Mustokoweni sudah meninggal, kok jadi ngarangnya kebangetan," imbuhnya.




Namun, Ganjar mengamini bila pernah ada penawaran padanya. Hanya saja, penawaran pemberian uang itu disebut Ganjar ditolaknya.

"Dan kalau saya menerima dan saya takut pasti saya tidak ngaku. Maka dari semua yang diperiksa, hanya saya yang mengaku ditawari tapi saya tolak. Miryam di dalam penyidikan kemarin dikonfrontasi dengan saya, dia bilang tidak. Dan kemudian dalam BAP yang ke mana-mana itu dia katakan ternyata saya memang menolak," tutur Ganjar yang saat proyek e-KTP bergulir merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR.

Dalam persidangan hari ini, Ganjar sempat ditanya hakim apakah menolak uang e-KTP karena pemberiannya kurang besar. Ganjar justru bertanya balik siapa yang mengatakan hal tersebut.

"Kalau tidak salah ada saksi (mengatakan) Anda menolak uang karena kurang besar?" tanya anggota majelis hakim Emilia Djajasubagia kepada Ganjar di Pengadilan Tipikor, Kamis (8/2).

"Silakan dibuka, berapa orang, siapa, dan di mana, biar kita tahu. Apakah itu mengarah dan ada BAP atau tidak. Penasihat hukum juga bertanya kepada saya, saya terkejut itu mengarang dan terkejut katanya saya diberikan di ruang Bu Mustokoweni bulan September dan Oktober di mana Bu Mustokoweni sudah meninggal," tanggap Ganjar.
(rna/dhn)
FOKUS BERITA: Novanto Dieksekusi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed