DetikNews
Kamis 08 Februari 2018, 15:25 WIB

Ayah Cerita Detik-detik Mukhmainna Dievakuasi dari Longsor Soetta

Dyah Paramita Saraswati - detikNews
Ayah Cerita Detik-detik Mukhmainna Dievakuasi dari Longsor Soetta Foto: Syamsuddin Ismail, ayah Mukhmainna. (Saras-detikcom)
Jakarta - Proses evakuasi Mukhmainna, korban selamat longsor di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, memakan waktu kurang lebih 13 jam. Ayah Mukhmainna, Syamsuddin Ismail, menceritakan detik-detik proses evakuasi tersebut.

Syamsuddin menceritakan, Senin (5/2) sore dirinya masih sempat berkirim WhatsApp dengan Mukhmainna. Dia tahu putrinya itu dalam perjalanan pulang menumpang mobil rekan kerjanya Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri.

Menurut Syamsuddin, saat itu putrinya yang akrab disapa Inna mengeluh soal kondisi jalan yang gelap dan hujan. "Dia bilang, 'Pak, gelap, serem euy. Huft'," jelasnya. Dia lalu membalas pesan itu, namun tidak kunjung ada balasan.

Syamsuddin pun jadi khawatir. Dua jam berlalu tidak ada kabar dari putrinya. Dia pun mencoba menelepon ke handphone putrinya, namun tidak ada jawaban. Dia pun mencoba mencari tahu ke sana ke mari, termasuk memantau pemberitaan.

Mukhmainna selamat dari longsoran tembok underpass Jl Perimeter, kawasan Bandara Soekarno-HattaMukhmainna selamat dari longsoran tembok underpass Jl Perimeter, kawasan Bandara Soekarno-Hatta Foto: Istimewa

Syamsuddin kemudian mengetahui kabar anaknya tertimbun longsor di wilayah Bandara Soekarno-Hatta dari sebuah link berita yang tersebar di group WhatsApp. Tanpa pikir panjang, dia langsung pergi ke lokasi.

"Itu saya langsung ke sana naik motor," kata Syamsuddin saat ditemui di RS Siloam Karawaci, Tangerang, Kamis (8/2/2018). Dia menyebut di lokasi juga ada pihak keluarganya yang ikut mendampingi.

"Saya ada di situ kasih support, bahkan pertama kali saya datang. Mau proses evakuasi saya ada di sana mendampingi. Sampai pagi," jelasnya.


Syamsuddin mengatakan, situasi saat itu sangat menengangkan. Mobil yang ditumpangi anaknya itu dia lihat sudah ringsek ditimpa longsoran beton dan tanah.

Meski tidak dapat melihat anaknya karena situasi di lokasi gelap, Syamsuddin terus bicara ke arah mobil yang tertimbun. Dia berusaha menguatkan putrinya agar tetap tersadar.

Situasi evakuasiSituasi evakuasi Foto: Faiq Hidayat/ detikcom

"Sayang bilang, ini bapak datang, yang kuat ya, istigfar, zikir, insyaallah kamu bisa dikeluarkan," ujarnya.

Proses evakuasi kemudian membuahkan hasil. Rekan Inna, Putri, berhasil dievakuasi lebih dulu pada Selasa (6/2) pukul 02.50 WIB. Syamsuddin pun makin optimistis putrinya bisa diselamatkan. Dia dan keluarganya makin kuat memberi semangat.

"Adik saya Muis yang banyak memberikan support di situ," tuturnya.

Akhirnya pukul 07.05 WIB Inna berhasil dievakuasi. Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siloam, Tangerang. Sedangkan rekannya, Putri, sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum meninggal di Mayapada Tangerang.

Syamsuddin sebelumnya mengaku sangat bersyukur. Dia tidak menyangka putrinya bisa lolos dari maut meski tertimpa beton dan longsoran tanah.

"Ini kebesaran Allah yang patut kita syukuri bahwa tidak ada yang tidak kalau Allah yang berkendak," ucapnya kala itu.

Syamsuddin menambahkan, kondisi Inna kini berangsur-angsur membaik. Meski belum bisa terlalu banyak bergerak, namun tim dokter telah memastikan tidak ada retak, patah tulang, maupun luka berarti lainnya.

"Alhamdulillah semakin membaik, sebelumnya itu karena mungkin kelamaan keram terjepit dashboard (mobil). Sekarang itu sudah mulai bisa digerakkan, berarti indikasi saraf itu mulai berfungsi," jelasnya.

Suasana proses evakuasiSuasana proses evakuasi Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom

Head of Business Development RS Siloam Karawaci Alexander Mutak juga menyampaikan hal senada. Dia menegaskan kondisi Inna jauh lebih baik.

"Kemajuannya luar biasa. Yang jelas kita senang, perbaikannya dari hari ke hari sangat menggembirakan. Cairan tubuhnya sudah baik, sudah normal. Hari ini sudah mulai fisioterapi untuk kakinya, untuk melemaskan bagian-bagian kaki ke bawah," katanya saat ditemui di lokasi.

Alexander Mutak menyebut, Inna perlu dirawat beberapa hari lagi sebelum nantinya diperbolehkan pulang. "Itu semua nanti dokter yg menentukan," ujarnya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed