Kardinal Sin Meninggal, Presiden Arroyo Berduka

Kardinal Sin Meninggal, Presiden Arroyo Berduka

- detikNews
Selasa, 21 Jun 2005 11:59 WIB
Jakarta - Figur terkemuka Kardinal Jaime Sin asal Filipina meninggal dunia pada usia 76 tahun. Tokoh penggerak yang berada di belakang pemberontakan rakyat yang menggulingkan dua presiden Filipina itu, wafat akibat penyakit yang telah lama dideritanya.Presiden Gloria Macapagal Arroyo menyatakan dukacitanya atas kepergian Sin. "Sejarah akan mencatat hari ini dengan dukacita ketika pembebas rakyat Filipina dan pilihan Tuhan meninggal dunia," ujar Presiden Arroyo dalam sebuah statemen seperti diberitakan Reuters, Selasa (21/6/2005).Menurut Arroyo, Sin merupakan orang yang diberkati Tuhan, yang tidak pernah gagal menyatukan rakyat Filipina di saat perjuangan paling krusial melawan tirani dan kejahatan.Sebelum meninggal, Sin sempat dirawat di ruang perawatan intensif selama dua hari akibat infeksi yang berkaitan dengan masalah ginjal yang telah lama dideritanya. Semasa hidupnya, Sin telah berperan dalam menggulingkan Ferdinand Marcos dan Joseph Estrada dari kursi kepresidenan.Sin menarik perhatian dunia ketika pada tahun 1986 ia mengumpulkan sekitar sejuta orang untuk membentuk barikade manusia di jalan utama Manila dan melindungi sekumpulan 300 tentara pemberontak dari laju tank-tank, yang digerakkan oleh mereka yang loyal dengan Presiden Filipina saat itu Ferdinand Marcos.Pidato-pidatonya di radio yang mendukung para pemberontak itu kemudian menimbulkan revolusi massa yang dikenal sebagai "People Power", yang mendorong tergulingnya Marcos dan membawa Corazon Aquino naik ke tampuk kekuasaan.Sin juga berada di balik tumbangnya kepemimpinan Presiden Joseph Estrada pada tahun 2001 yang kemudian digantikan oleh Arroyo. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads