Selama tidak melaut, para nelayan memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki kapal dan alat tangkap mereka. Sesekali, mereka mencari kepiting atau kerang di pinggir laut untuk mereka konsumsi atau dijual.
"Sudah dua bulan lebih kita tidak berani melaut. Ombaknya naik ke kapal kalau kita paksakan pergi. Waktu senggang kita pakai untuk perbaiki kapal dan alat tangkap," kata salah satu nelayan, Rahman saat ditemui, detikcom, Kamis (8/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Mochamad Bakrie |
"Ikan laut susah didapatkan, kalaupun ada, harganya dua kali lipat dari biasanya. Yang banyak saat ini itu ikan tawar, kayak bandeng saja. Pendapatan kita jelas menurun selama cuaca buruk ini," lanjut Rahman.
Sementara itu, Kepala BMKG wilayah Maros, Abdul Muthalib mengatakan, curah hujan diperkirakan masih akan terus tinggi hingga beberapa bulan kedepan. Puncaknya, di bulan Februari 2018 ini.
"Curah hujan diperkirakan sudah akan mulai menurun jumlahnya dan intensitasnya di bulan April dan Mei 2018," terangnya. (fjp/fjp)












































Foto: Mochamad Bakrie