Cuaca Buruk, Nelayan di Maros Sulsel Takut Melaut

Cuaca Buruk, Nelayan di Maros Sulsel Takut Melaut

Mochamad Bakrie - detikNews
Kamis, 08 Feb 2018 09:32 WIB
Cuaca Buruk, Nelayan di Maros Sulsel Takut Melaut
Foto: Mochamad Bakrie
Maros - Akibat cuaca buruk, puluhan nelayan di desa Tupabiring, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan memilih tidak melaut sejak dua bulan terakhir. Tingginya ombak, membuat mereka khawatir dengan keselamatan mereka.

Selama tidak melaut, para nelayan memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki kapal dan alat tangkap mereka. Sesekali, mereka mencari kepiting atau kerang di pinggir laut untuk mereka konsumsi atau dijual.

"Sudah dua bulan lebih kita tidak berani melaut. Ombaknya naik ke kapal kalau kita paksakan pergi. Waktu senggang kita pakai untuk perbaiki kapal dan alat tangkap," kata salah satu nelayan, Rahman saat ditemui, detikcom, Kamis (8/2/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, tidaknya hanya mempengaruhi penurunan pendapatan bagi para nelayan, jumlah ikan laut di pasaran pun sedikit yang otomatis membuat harga ikan naik hingga dua kali lipat.

Cuaca Buruk, Nelayan Maros Takut MelautFoto: Mochamad Bakrie


"Ikan laut susah didapatkan, kalaupun ada, harganya dua kali lipat dari biasanya. Yang banyak saat ini itu ikan tawar, kayak bandeng saja. Pendapatan kita jelas menurun selama cuaca buruk ini," lanjut Rahman.

Sementara itu, Kepala BMKG wilayah Maros, Abdul Muthalib mengatakan, curah hujan diperkirakan masih akan terus tinggi hingga beberapa bulan kedepan. Puncaknya, di bulan Februari 2018 ini.

"Curah hujan diperkirakan sudah akan mulai menurun jumlahnya dan intensitasnya di bulan April dan Mei 2018," terangnya. (fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads