DetikNews
Rabu 07 Februari 2018, 18:35 WIB

Retno dan Menlu Italia Bahas Palestina hingga Toleransi Beragama

Zunita Amalia Putri - detikNews
Retno dan Menlu Italia Bahas Palestina hingga Toleransi Beragama Foto: Menlu Retno Marsudi dengan Menlu Italia Angelino Alfano. (Zunita-detikcom)
Jakarta - Pertemuan Menlu Retno Marsudi dengan Menlu Italia Angelino Alfano membahas sejumlah hal,salah satunya soal Palestina. Keduanya berharap masalah yang ada di Palestina cepat selesai dengan akhir yang baik.

"Mengenai interfaith dialogue and soft power kita lagi bicara bahwa kita memiliki aset yang luar biasa. Kita juga berbicara mengenai beberapa isu kawasan dan internasional antara lain mengenai Palestina. Kami berdua sepakat untuk terus memantau perkembangan isu ini dan kita mengharapkan agar proses perdamaian dapat berlanjut dan dapat mencapai solusi akhir yang baik," kata Retno usai pertemuan di Gedung Pancasila Kemenlu, Jl. Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Selain soal Palestina, lanjut Retno, mereka juga membahas kerja sama soal kelapa sawit. Kedua negara sepakat menjalin hubungan bilateral.

"Kami membahas upaya untuk terus menjalani hubungan bilateral misalnya mengenai masalah kelapa sawit Indonesia, ekspor kelapa sawit Indonesia ke Eropa, kemudian ekonomi kreatif dan juga mengenai produk minyak kelapa sawit Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Angelino Alfano mengatakan terkait pentingnya mempererat hubungan Asia dan Uni Eropa untuk memperkuat perdamaian. Bagi Italia, Indonesia ada partner kunci.

"Indonesia adalah partner kunci dalam kerja sama dengan ASEAN bagi Italia, kami siap untuk semua yang ada dalam suatu pertemuan yang sangat kaya dan berdasar untuk jenjang bilateral. Saya percaya kita harus terus menjalin hubungan pada tingkat tinggi di antara dua negara kami dapat mendorong perdamaian bagi semua," kata Alfano.

Alfano juga mengatakan dialog antaragama saat ini sedang dipromosikan Italia. Dialog ini untuk menumbuhkan rasa saling menghormati antarumat beragama dan budaya.

"Dialog antar agama dan budaya telah kita kembangkan dalam tahun-tahun terakhir, kita sama-sama meyakini pentingnya instrumen ini untuk memupuk rasa saling menghormati antar budaya dan kepercayaan sebagai penangkal intoleransi, radikalisasi, dan diskriminasi, saya yakin bahwa kita harus bangga dengan kerja sama yang memberikan hasil yang baik ini," tutur dia.


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed