Pilgub NTT 2018

Mundur dari DPR, Benny K Harman Roadshow Sapa Warga di Sumba

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 07 Feb 2018 17:51 WIB
Benny K Harman melakukan roadshow di Sumba. (Foto: dok. Istimewa)
Benny K Harman melakukan roadshow di Sumba. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Bakal cagub Nusa Tenggara Timur Benny K Harman telah mengundurkan diri sebagai anggota DPR. Dia pun memulai roadshow menyapa warga serta mensosialisasikan diri dan pasangannya, Benny Litelnoni, menjelang Pilgub NTT.

Seperti hari ini, pasangan Benny-Benny, yang dikenal dengan sebutan Harmoni, bertandang ke Pulau Sumba, NTT, Rabu (7/2/2018). Roadshow pasangan ini dimulai dengan meminta restu dari pemuka agama.

Pasangan Harmoni menemui Uskup Weetebula, Mgr Edmundus Woga, di Istana Keuskupan Weetebula di Sumba Barat Daya. Benny datang untuk meminta doa dan restu atas keikutsertaannya di Pilgub NTT 2018.

Mundur dari DPR, Benny K Harman Roadshow Sapa Warga di SumbaBenny K Harman bertemu dengan uskup. (Foto: dok. Istimewa)

Setelah meminta restu kepada Uskup, Benny dan pasangannya menggelar deklarasi untuk kawasan Sumba. Cagub yang diusung oleh Demokrat, PKS, dan PKPI ini melakukan orasi di depan ribuan warga. Dia pun menyoroti soal NTT yang disebut sebagai provinsi termiskin dan tertinggal.

"Karena itu, saya merasa terpanggil untuk membuktikan agar tidak menjadi daerah termiskin dan tertinggal. Karena itu, saatnya saya pulang kampung untuk membuktikan bagaimana masyarakat NTT dapat hidup sejahtera dan makmur," ujar Benny saat berorasi di gedung serbaguna Sumba, NTT, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Benny berharap warga NTT tidak salah pilih di pilgub. Dia berjanji akan bekerja untuk membangun NTT bersama pasangannya yang merupakan petahana wagub NTT itu.


"Saya akan berjuang dengan wakil saya, Benny Litelnoni, bagaimana masyarakat NTT agar dapat meningkatkan SDM dan meningkatkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat NTT," tutur Benny.

Dia menyoroti soal SDM karena, menurutnya, NTT dicap sebagai provinsi yang miskin dan tertinggal karena SDM yang kurang. Selain itu, Benny berjanji akan menjadikan Sumba sebagai pulau ternak dan pariwisata.

"Bukan janji kecap ketika saya menjadi gubernur akan kembalikan Sumba menjadi pulau ternak, dan Pulau Sumba wisata dikenal dunia. Bukan mimpi, tapi wujud cita-cita kami bagaimana masyarakat NTT lebih baik," papar politikus Demokrat itu.

Mundur dari DPR, Benny K Harman Roadshow Sapa Warga di SumbaBenny K Harman melakukan roadshow di Sumba. (Foto: dok. Istimewa)

Setelah menyampaikan orasi, pasangan Harmoni lalu mengikuti ritual adat potong kerbau. Potong kerbau sebagai dukungan dari masyarakat Sumba atas majunya Benny sebagai cagub NTT sekaligus sebagai bentuk doa dan restu kepada leluhur. Satu ekor kerbau disumbangkan oleh warga untuk ritual adat bagi pasangan Benny-Benny.

Pada kesempatan itu cagub Benny diberi pedang untuk memulai pemotongan hewan kerbau. Dalam sambutannya, dia mengatakan keseriusannya maju sebagai cagub dikarenakan keterpanggilannya untuk membangun NTT.

"Saya terpanggil bagaimana meningkatkan pembangunan, bagaimana meningkatkan lapangan kerja. Jadi saatnya saya pulang kampung bagaimana membuktikan agar NTT lebih baik," ungkap Benny.


Untuk membuktikan niatnya, dia lebih dulu mundur dari DPR. Padahal Benny bisa saja mundur dari parlemen setelah penetapan pasangan calon di Pilkada Serentak 2018.

"Bilamana lebih enak saya memilih di Jakarta, tapi karena NTT rumah saya, tentunya saya harus pulang kampung," kata dia.

Sementara itu, ketua koalisi pasangan Harmoni, Jefry Riwu Kore, menyebut roadshow Benny-Benny di Sumba dalam rangka silaturahmi dengan masyarakat NTT. Ritual adat dilakukan sebagai bagian dari kearifan lokal, begitu pula dengan ritual potong kerbau.

Mundur dari DPR, Benny K Harman Roadshow Sapa Warga di SumbaBenny K Harman menjalani ritual adat potong kerbau. (Foto: dok. Istimewa)

"Ritual sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang ada di Sumba. Kita harapkan ritual sebagai penghormatan dan sebuah tradisi adat yang tidak boleh punah," ucap Jefry.

"Kegiatan dilakukan dengan ritual adat, karena untuk memperkuat kebudayaan dan ada istiadat kita. Apalagi di NTT itu beragam adat dan kebudayaan, ya pas dengan nama koalisi ketiga partai politik, yaitu Koalisi Kebinekaan," sambungnya.

Sebelum potong kerbau ini, Benny menjalani ritual adat bersama warga Manggarai pekan lalu. Ritual adat yang dijalani adalah 'Wuat Wai', yang merupakan pembekalan dari leluhur.

Ritual tersebut sering dilakukan masyarakat Manggarai setiap kali melakukan kegiatan, misalnya pernikahan, juga kegiatan besar seperti keinginannya maju di pilkada. Dalam ritual itu disediakan ayam putih dan air arak. (elz/asp)