DetikNews
Rabu 07 Februari 2018, 17:30 WIB

Dijual ke 9 Provinsi, Parfum KW Tamansari Beromzet Rp 36 Miliar

Mei Amelia R - detikNews
Dijual ke 9 Provinsi, Parfum KW Tamansari Beromzet Rp 36 Miliar Foto: Polisi gerebek tempat parfum palsu (Mei Amelia R/detikcom)
Jakarta - Parfum 'KW' alias palsu yang diproduksi di Jl Mangga Besar IV G, Tamansari, Jakarta Barat, telah dijual ke 9 provinsi. Selama tiga tahun beroperasi, pabrik parfum KW itu telah meraup omzet hingga miliaran rupiah.

"Produksinya ini dijual ke 9 provinsi. Harganya bervariasi, antara Rp 250 ribu sampai Rp 750 ribu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di lokasi, Rabu (7/2/2018).

Parfum tersebut dijual ke DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tenggara. "Konsumennya paling banyak di Jabodetabek," imbuhnya.


Argo mengatakan parfum tersebut dipromosikan tersangka di empat situs jual-beli online terkemuka. Sedangkan pemasarannya bisa dilakukan secara cash on delivery (COD) atau door to door.

"Kalau COD itu, konsumen memesan langsung kepada tersangka via handphone melalui WhatsApp, Line, BlackBerry Messanger, dan SMS. Nanti, setelah barang sampai alamat penerima, konsumen baru bayar," papar Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Imam Setiawan.

Parfum KW yang diproduksi di TamansariParfum KW yang diproduksi di Tamansari. Polisi menggerebek tempat parfum palsu. (Mei Amelia R/detikcom)
Untuk sistem door to door, dikatakan Iman, dilakukan tersangka khusus untuk konsumen pelanggan tetap. "Kalau door to door itu tersangka menawarkan ke relasi lama yang sudah dia kenal. Kemudian nanti dia akan mengirimkan parfum yang sudah dikemas ke kantor atau rumah konsumen," tambah Iman.

Kanit V Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Viktor Inkiriwang mengatakan, sebelum menjadi produsen parfum, tersangka HO alias J (38) pernah bekerja sebagai karyawan di toko parfum.

"Sehingga dia mencermati bagaimana cara membuat parfum," ujar Viktor.

Setelah keluar dari toko tersebut, tersangka mencoba merintis sendiri usahanya membuka pabrik parfum. Dia sudah tiga tahun memproduksi parfum KW berbagai merek dan memiliki pegawai sebanyak 20 orang.

"Modal awalnya dia Rp 100 juta. Omzetnya sudah mencapai Rp 36 miliar selama tiga tahun itu," tutur Viktor.
(mei/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed