DetikNews
Rabu 07 Februari 2018, 16:26 WIB

Illegal Logging, Pelaku Bikin Jalan 4 Km di Pedalaman Hutan Sulsel

Yahya Maulana - detikNews
Illegal Logging, Pelaku Bikin Jalan 4 Km di Pedalaman Hutan Sulsel
Takalar - Praktik illegal logging di Hutan Marga Satwa Komara, Takalar, seluas 4 km persegi digerebek. Sayang, operasi itu bocor sehingga para pelaku kabur dari lokasi beberapa jam sebelum penangkapan.

Lokasi illegal logging tepatnya di Desa Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Tim yang menggerebek merupakan anggota gabungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang dibantu oleh aparat TNI dan Polri.
Ilegal Logging, Pelaku Bikin Jalan 4 Km di Pedalaman Hutan Sulsel

Hutan Marga Satwa Komara seluas 2.972 hektare telah dirambah oleh pelaku dengan cara membuat akses jalan sepanjang 4 km menggunakan ekskavator.

"Kami telah beberapa kali peringatkan agar hutan marga satwa jangan dirambah, tetapi imbauan tersebut tidak mereka indahkan," kata Kepala Unit Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan Muhammad Anis kepada detikcom di lokasi, Rabu (7/2/2018).

Penggerebekan yang dibantu Denpom XIV Hasanuddin dan Reskrimsus Polda Sulawesi Selatan memakan waktu 2x24 jam. Sebab, lokasi berada di wilayah pegunungan dengan medan yang sulit.
Ilegal Logging, Pelaku Bikin Jalan 4 Km di Pedalaman Hutan Sulsel

Dalam penggerebekan tersebut, petugas tidak menemukan pelaku maupun alat berat milik pelaku. Sejumlah warga setempat yang dimintai keterangan mengaku alat berat tersebut telah dievakuasi oleh pelaku pada malam hari.

"Tadi malam dibawa turun alatnya," kata salah seorang warga yang identitasnya enggan dipublikasikan.
Ilegal Logging, Pelaku Bikin Jalan 4 Km di Pedalaman Hutan Sulsel

Petugas menduga informasi penggerebekan ini bocor sehingga pelaku menghilangkan seluruh barang bukti di lokasi. Namun pihaknya tetap melanjutkan penyelidikan karena identitas para pelaku telah dikantongi.

"Kami tetap lanjutnya penyelidikan karena identitas pelaku illegal logging ini telah kami ketahui," kata Muhammad Anis.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed