"Seperti saya katakan, kenapa pertanyaan selalu dengan dana Rp 400 T lebih dan itu akan naik terus menerus, belum bisa membawa generasi muda kita (dengan mutu pendidikan yang baik)? Kita masih berkutat kepada kesejahteraan guru," ujar JK dalam sambutannya di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018, di Pusdiklat Kemendikbud, Serua Bojongsari, Depok, Rabu (7/2/2018).
Menurut JK, jumlah dan kesejahteraan memang penting. Namun guru juga dituntut untuk memberi mutu pendidikan yang baik bagi muridnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menyebut masalah pendidikan bukan masalah yang mudah untuk diselesaikan. Untuk itu harus ada fokus dalam mengatur sistem pendidikan.
"Kita sudah menjalankan suatu fokus, kalau dulu Menteri Pendidikan mengatur semua dari TK sampai perguruan tinggi, sekarang Mendikbud hanya membenahi pendidikan dasar dan menengah, dan kebudayaan," ujarnya.
"Pendidikan tinggi kita satukan dengan riset. Itu akan terjadi fokus dan juga tentu bagaimana fokus pada perkembangan ke depan. Masalah kita tentu banyak akan dibicarakan di Rembuknas ini," imbuhnya.
Masalah vokasi dipandang JK juga penting untuk mengasah keahlian siswa khususnya setara SMK/SMA. Dia meminta agar tidak semua lulusan SMA dipandang akan bersekolah di perguruan tinggi.
"Dengan suatu pemikiran jangan dibayangkan, atau diusahakan semua anak SMA harus masuk Perguruan tinggi. Kita semua tak butuh sarjana, tidak, karena pernah ada pikiran bangsa harus jadikan sebanyak banyaknya sarjana. Kalau itu gampang, luluskan saja semua orang yang dapat sarjana," ucap JK.
(nvl/dnu)











































