DetikNews
Rabu 07 Februari 2018, 15:29 WIB

Komite Keselamatan Konstruksi Selidiki Longsor Bandara Soetta

Yulida Medistiara - detikNews
Komite Keselamatan Konstruksi Selidiki Longsor Bandara Soetta Lokasi longsor di Bandara Soetta/Foto: Eva Safitri/detikcom
Jakarta - Komite Keselamatan Konstruksi (KNKK) Kementerian PUPR akan menyelidiki tragedi longsornya tembok beton dekat underpass jalan perimeter Bandara Soekarno-Hatta. Koordinasi antar kementerian sudah dilakukan.

"Makanya saya dengan Pak Menteri PUPR sudah berjanji bahwa untuk konstruksi itu yang berwenang adalah Komite Keselamatan Konstruksi. Dia yang merekomendasikan apa pun yang terjadi di konstruksi," ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018).

Penyelidikan dari ambruknya tembok beton saat longsor Bandara Soetta terjadi tidak bisa dilihat secara kasat mata. Karena itu perlu dilakukan audit dari ahli.

"Saya belum bisa ngomong janggal, karena kalau kasat mata kan belum bisa diomongin. Janggal biar ahli yang ngomong karena nanti ada Komite Keselamatan Konstruksi dia yang berwenang menyatakan," sambungnya.

Menhub mengaku sudah berkoordinasi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait kasus tersebut. Menurutnya, sejumlah peristiwa kecelakaan terkait proyek, seperti underpass di Soetta dan kasus launcher gantry yang lepas pada proyek double-double track (DDT) di Jatinegara, Jaktim juga diselidiki.

"Jadi dari tiga proyek itu saya sudah rapat dengan Pak Basuki, nanti Pak Basuki yang menangani, tentunya ada punishment di situ," kata Budi.

"Dari apa yang ada di lapangan saya memang melihat ada beberapa yang harus ditindaklanjuti untuk melakukan beberapa perkuatan dan melakukan suatu perbaikan-perbaikan untuk yang di underpass," sambungnya.

Sedangkan konstruksi terkait jalur kereta bandara disebut Menhub sudah memenuhi syarat. Tapi Menhub meminta jaminan dari kontraktor untuk memastikan keamanan konstruksi.

"Struktur kereta bandara sendiri (tunggal), dinding yang akan diperkuat itu berkaitan dengan underpass, underpass belum boleh digunakan dulu karena memang ada retak-retak. Tapi kalau struktur kereta, untuk kereta itu kita minta nanti kecepatannya diturunkan saat lewat," sambungnya.




(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed